Breaking News
Jumat, 10 April 2026

Ini Asal Muasal Gubernur NTB Dipanggil Tuan Guru Bajang

Aceh ada eksotisme, kalau dengar Aceh pasti kita teringat Islam dan kepahlawanan. Nah, eksotisme ini bisa membangun Aceh

Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
Kolase Serambinews.com/Zainal Arifin/Hari Mahardhika
Kolase foto Tuan Guru Bajang bersama Ketua IKAT Aceh, HM Fadhil Rahmi, dan karyawan Serambi Indonesia, Sabtu (3/3/2018), serta saat TGB memberi kuliah umum di UIN Ar-Raniry, Jumat (2/3/2018). 

Laporan Zainal Arifin M Nur | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr TGH Muhammad Zainul Majdi atau lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB), berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (3/3/2018).

Tuan Guru Bajang yang juga menjabat Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) datang bersama pengurus OIAA dari Jakarta, Ketua Ikatan Keluarga Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, Tgk HM Fadhil Rahmi, serta sejumlah pimpinan dayah dan ormas Islam di Aceh.

Kedatangan Tuan Guru Bajang beserta rombongan, disambut Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar, Pemimpin Perusahaan, Mohd Din, Sekretaris Redaksi, Bukhari M Ali, Manajer Multimedia, Zainal Arifin, dan Manager Iklan, Hari Teguh Patria.

(Baca: Gubernur NTB Ajak Masyarakat Aceh Jaga Ulama)

(Baca: Alhamdulillah Gubernur Kita Selamat)

Dalam pertemuan sekitar 45 menit itu, Tuan Guru Bajang berbicara banyak hal terkait Aceh.

Ia mengapresiasi, bahwa Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki pengayatan Islam yang sangat kuat.

“Aceh ada eksotisme, kalau dengar Aceh pasti kita teringat Islam dan kepahlawanan. Nah, eksotisme ini bisa membangun Aceh,” kata TGB.

Ia juga menyebutkan, Aceh beserta provinsi yang mayoritas muslim lainnya di Indonesia, memiliki kewajiban untuk merepresentatifkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr TGH Muhammad Zainul Majdi (tengah), didampingi Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar, serta Ketua IKAT Aceh, HM Fadhil Rahmi, saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (3/3/2018).
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr TGH Muhammad Zainul Majdi (tengah), didampingi Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar, serta Ketua IKAT Aceh, HM Fadhil Rahmi, saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (3/3/2018). (SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR)

(Baca: LIVE - Khutbah Tuan Guru Bajang di Masjid Raya Baiturrahman, Ini Agenda Safari Dakwah di Aceh)

Di akhir pertemuan, menjawab salah satu penanya, Muhammad Zainul Majdi menceritakan tentang asal muasal dirinya dipanggil dengan nama Tuan Guru Bajang (TGB).

“Tuan Guru Bajang itu sebutan dari masyarakat. Tuan itu haji, guru itu yang mengajar,” ujarnya.  

“Jadi orang yang konsisten mengajar dalam jangka waktu tertentu dan dia sudah naik haji disebut Tuan Guru. Bajang itu untuk membedakan dengan Tuan Guru yang sudah tua,” imbuhnya.

Zainul Majdi menambahkan, panggilan Tuan Guru Bajang mulai dilekatkan kepada dirinya saat dia pulang dari Tanah Suci.  

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved