Ini Asal Muasal Gubernur NTB Dipanggil Tuan Guru Bajang
Aceh ada eksotisme, kalau dengar Aceh pasti kita teringat Islam dan kepahlawanan. Nah, eksotisme ini bisa membangun Aceh
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
Pada malamnya dilanjutkan dengan menjadi penceramah tabliq akbar di Dayah Darul Ihsan Hasan Krueng Kali, di Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar.
(Baca: Dayah Bustanul Huda Blangpidie Bentuk Tim Persiapan Kedatangan Ustaz Abdul Somad)
Pada Sabtu (3/3) pagi, TGB kembali menjadi penceramah usai shalat Subuh di Masjid Kopelma, Unsyiah. Jelang siang, dia melakukan pertemuan dengan sejumlah ormas Islam di Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pagar Air Banda Aceh, kemudian bersilaturrahmi ke Kantor Harian Serambi Indonesia.
Selama di Banda Aceh, TGB juga menyempatkan diri melihat kebun kurma di kawasan Blang Bintang.
Pada siangnya, rombongan bergerak ke Bireuen untuk bersilaturrahmi ke Dayah Mudi Mesra Samalanga dan Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb pimpinan Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab atau Tu Sop.
Minggu (4/3/2018) besok, TGB dijadwalkan mengisi maulidur rasul dan haul ke 3 Sirul Mubtadin di Lapangan Blang Asan, Bireuen.(*)
Berikut video lengkap kunjungan rombongan Tuan Guru Bajang ke Kantor Harian Serambi Indonesia yang dipublish di chanel youtube milik IKAT Aceh. Pernyataan tentang asal muasal sebutan Tuan Guru Bajang dimulai pada menit ke 27.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tuan-guru-bajang_20180303_220335.jpg)