Ini Asal Muasal Gubernur NTB Dipanggil Tuan Guru Bajang
Aceh ada eksotisme, kalau dengar Aceh pasti kita teringat Islam dan kepahlawanan. Nah, eksotisme ini bisa membangun Aceh
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
“Saat saya pulang dulu kan masih 20-an tahun, jadi dibandingkan dengan Tuan Guru yang sudah berusia 60-an tahun, maka saya bajang karena masih muda. Bukan bujang ya,” kata TGB disambut tawa hadirin.
Dr TGH Muhammad Zainul Majdi MA atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) lahir di Pancor, Selong, 31 Mei 1972.
Ia adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat 2 periode, masa jabatan 2008-2013 dan 2013-2018.
(Baca: Ceramah Tuan Guru Bajang di Pekan Raya Sumatera Utara Disesaki Jamaah)
Karena sebutan itu sudah menempel, lanjut Zainul Majdi, sampai sekarang pun dia masih tetap dipanggil Tuan Guru Bajang.
“Meski sudah tua tetap disebut Tuan Guru Bajang juga. Banyak yang bajang sekarang, tapi sebutan sudah melekat saja,” ujarnya.
Selain itu, imbuh Gubernur NTB ini, sebutan Tuan Guru Bajang itu juga pernah disematkan oleh masyarakat NTB kepada kakeknya, yaitu Tuan Guru Kiai Haji (TGKH) M. Zainuddin Abdul Madjid.
“Kakek kemarin juga ditetapkan sebagai pahlawan nasional pertama dan satu-satunya dari NTB. Penetapannya bersamaan dengan Laksamana Malahayati, pada November 2017. Yang keturunan Laksamana Malahayati sekarang tinggalnya di Mataram,” ujar TGH Zainul Majdi.
“Jadi beliau (kakek) ketika pulang dari mekah juga dipanggil Tuan Guru Bajang. Jadi ada romantisme dari masyarakat, ini cucunya sama juga turun memberdayakan masayarakat dan mengajar,” imbuhnya.
(Baca: Pilgub Sumut Diikuti Tiga Paslon, Geutanyoe untuk Eramas: Kami Semakin Semangat Bekerja)
Safari Dakwah
Sekedar informasi, TGB datang ke Aceh dalam rangka melakukan safari dakwah selama dua hari dari Jumat-Minggu (2-4/3).
Safari pertamanya diawali dengan mengisi khutbah jumat di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Sebelum tiba di masjid raya, menyempatkan diri singgah di Dayah Tahfidh Quran Sulaimaniyah Turky, Blang Bintang, Aceh Besar.
Seusai shalat Jumat, TGB melanjutkan agenda safarinya dengan memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tuan-guru-bajang_20180303_220335.jpg)