Selasa, 21 April 2026

Citizen Reporter

Keajaiban Tawaf yang tak Pernah Berhenti

ALHAMDULILLAH, tahun ini saya bersama keluarga berkesempatan melaksanakan umrah setelah 15 tahun silam pernah menunaikan rukun Islam kelima

Editor: hasyim
Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid Aceh (DKMA), melaporkan dari Mekkah Almukarramah, Arab Saudi 

Itu sebabnya, tawaf mesti dilakukan dengan penuh penghayatan menghadirkan Allah dalam diri kita, berzikir, berdoa, dan memohon ampun kepada-Nya.

Jagat raya (makrokosmos) juga bertawaf mengelilingi pusat orbitnya masing-masing. Bulan bertawaf mengelilingi bumi. Bumi bertawaf mengelilingi matahari dan matahari bertawaf mengelilingi pusat galaksi. Prof Lawrence E Yoseph mengatakan, “Sungguh kita sudah berutang besar pada umat Islam.” Bahkan dalam Encyclopedia Americana ia menulis, “Seandainya beberapa orang Islam berhenti melakukan tawaf maupun shalat di muka bumi ini, pasti bakal terhentilah rotasi bumi kita, lantaran perputaran dari superkonduktor yang berpusat di Hajaral Aswad, tak akan memancarkan gelombang elektromagnetik.”

Hujjatul Islam Imam al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin menjelaskan, jika tidak ada lagi orang yang bertawaf, itu pertanda Kakbah akan diangkat dari muka bumi. Kalau itu yang terjadi, maka manusia akan bangun pada suatu hari dengan tak lagi melihat bekas apa pun yang ditinggalkan Kakbah.

Oleh karena itu semua makhluk yang ada di jagat raya ini juga harus bertawaf (taat) kepada Allah. Termasuk dalam skala mikro setiap elemen pemerintahan di Aceh harus bertawaf untuk menuju kesejahteraan rakyat, yakni bertawaf dalam satu arah. Jangan sampai bertawaf dalam arah yang berbeda sehingga menyalahi sunnatullah dan merugikan umat. Wallahu a’lam.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved