Opini
Literasi Alquran
SYAHDAN, jauh sebelum orang mengenal literasi masa kini, seperti akses, baca, tulis, dan sebarkan
Dalam momentum peringatan Nuzulul Quran Ramadhan ini, marilah kita bergegas dengan penuh kesadaran dan keikhlasan belajar, membaca, mengkaji, dan mengamalkan isi Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Insyaalah, dengan begitu kelak di hari kiamat kita akan mendapatkan syafaat dari Alquran di samping syafaat dari Nabi Muhammad saw. Mari membiasakan membaca barang dua halaman setiap sehabis salat fardu, niscaya kita dapat mengkhatamkannya sekali dalam sebulan, dua belas kali dalam setahun. Jadikan membaca Alquran satu paket dengan shalat fardhu lima waktu. Untuk itu harus benar-benar ada keyakinan, semangat, dan tekat yang kuat.
Perlu kita ketahui bahwa kelebihan membaca Alquran, di samping satu huruf membacanya dibalas minimal sepuluh, diulang-ulang baca kapan saja dapat menjadi obat mujarab bagi segala penyakit, baik penyakit fisiologis (jasmani) maupun penyakit psikologis (ruhani), dan jangan sampai terjadi dalam diri kita, Al ilmu fil kitab, al kitab fil sandeng, dan yang baca tikôh téng. Wallahu a’lam bis-sawab.
Azwardi, S.Pd., M.Hum., Dosen FKIP Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh. Email: azwardani@yahoo.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nuzulul-quran_20180601_153020.jpg)