Breaking News:

Permintaan Tepung Terigu, Telur Ayam dan Minyak Goreng Naik Sampai 3 Kali Lipat, Gula Pasir Turun

Asraf menyebutkan permintaan tepung terigu dalam dua minggu ini bisa mencapai 12 konteiner/hari dari sebelumnya hanya 2 konteiner/hari.

Penulis: Herianto | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Kadis Perindag Aceh, Muhammad Raudhi sedang mengecek stok tepung terigu di Gudang Krueng Cut, Aceh Besar, Sabtu (9/6/2018). 

Tepung terigu yang terdapat di Gudang Krueng Cut ini, dipasok dari Jakarta menggunakan jalur laut, dari Tanjung Priok Jakarta ke Pelabuhan Malahayati.

Karena menggunkan kapal, biaya transportasinya jadi murah. Karena itu, harga jual tepung terigu di Aceh saat ini sudah sama dengan di Medan Rp 165.000/sak (25 Kg), sebelumnya mencapai Rp 175.000/sak (25 Kg).

Baca: Lailatul Qadar Datang saat Ramadan atau Datang Juga pada Bulan Lainnya? Ini Penjelasannya

Baca: Superhero Muslimah Akan Tampil dalam Film Marvel, Sosok Inikah yang Dipilih Jadi Pemerannya?

Baca: Akan Ada 4 Fenomena Langit Langka Menjelang Lebaran Tahun Ini, Catat Tanggalnya

Sementara itu, secara terpisah, distributor Gula Pasir, Anis yang juga dikunjungi Kadis Perindag Aceh mengatakan, memasuki minggu keempat permintaan gula pasir menurun dari 60 ton per hari menjadi 20 ton/hari.

Hal ini disebabkan, masyarakat dan pedagang sudah menyimpan stok gula pasir yang banyak pada minggu pertama dan kedua puasa, jadi memasuki minggu ketiga dan keempat, permintaan sudah mulai menurun.

Stok gula pasir yang dikuasai PT Kande Agung sementara ini yang terdapat gudang sekitar 3.000 ton lagi. Stok sebanyak ini cukup untuk penyaluran sampai bulan Juli mendatang. Harga tebus gula pasir juga masih stabil Rp 530.000/sak (50 Kg).

Kadis Perindag Aceh, Muhammad Raudhi didampingi Kasi Perdagangan Dalam Negeri, Abdullah kepada Serambinews.com, Sabtu (9/6/2018), di Pasar Lambaro, Aceh Besar mengatakan, pemantauan stok dan harga sembako dilakukan atas perintah Menteri Perdagangan untuk mengawasi stok di tingkat distributor dan pedagang grosir.

“Alhamdulillah, sampai minggu keempat ini stoknya masih cukup banyak ditingkat distributor dan pedagang grosir. Kemudian, distribusinya juga kepada pedagang cukup lancar, sehingga harganya jadi relatif stabil,”ujar Muhammad Raudhi.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved