Kamis, 7 Mei 2026

Ular Sanca Tidak Kunyah Mangsa, Tapi Menelan Jasad Manusia Secara Utuh, Bagaimana Bisa?

Namun mengapa kembali terjadi peristiwa seekor ular sanca ataupiton menelan utuh seorang manusia dewasa?

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
IST
Ular Piton 

SERAMBINEWS.COM - Seharusnya manusia bisa hidup berdampingan secara wajar dengan ular.

Namun mengapa kembali terjadi peristiwa seekor ular sanca ataupiton menelan utuh seorang manusia dewasa?

" Manusia sebetulnya bukan mangsa ular," kata Herna Hadi Prasetyo, dari lembaga penanganan ular, Sioux Indonesia.

"Namun kasus seperti di Muna ( Sulawesi Tenggara) itu terjadi, karena rusaknya habitat ular. Pembukaan lahan baru membuat tempat tinggal ular makin sempit yang tadinya merupakan daerah jelajah atau mencari makanan bagi ular berganti menjadi lahan atau permukiman," katanya pula.

 
Hari Jumat (14/06) lalu, Wa Tiba, jasad seorang perempuan usia 54 tahun di Muna, Sulawesi Tenggara, ditemukan dalam tubuh seekor ular sancasepanjang tujuh meter.

Baca: Cantiknya Kekasih Baim Wong akan Dilamar Bulan Juli Nanti, Rencana Nikah di Bali, Intip Foto-fotonya

Baca: Jokowi Ulang Tahun, Ternyata Kisah Masa Kecilnya Prihatin, Pernah Digusur dan Mandi di Kali

Sebelumnya, di Mamuju, tahun lalu, seorang lelaki ditelan ular dari jenis yang sama, dengan besar yang kurang lebih sama juga.

Herna menyebut, sejauh ini ular yang menelan manusia di Indonesia, jenisnya sama, ular sanca kembang (Python reticulatus).

Jenis ular ini ada di hampir seluruh wilayah Indonesia, kecuali di Papua. Itu karena dulunya daratan Papua terhubung dengan Australia, karenanya flora dan faunanya lebih mirip dengan yang ada di Australia.

Mereka memangsa mamalia ukuran besar, yang bisa 10 kali lebih besar dari ukuran mulut mereka, kata Herna.

Ular pada dasarnya tidak bisa membeda-bedakan sasaran, melainkan menyergap mangsanya dengan sensor panas.

"Habitat hewan mulai dirambah, mamalia kecil maupun besar tersingkir atau jadi lebih terbatas untuk jadi makanan ular," kata Herna.

"Nah, ketika hewan mangsa mereka entah di mana, yang muncul adalah manusia, mereka menyerang," sambungnya.

Baca: Putus dari Raffi Ahmad lalu Menikah dengan Pengusaha Tambang, Impian Ratna Galih Jadi Kenyataan

Baca: Suporter Jepang Pungut Sampah di Stadion, Sudjiwo Tedjo Bandingkan Dengan Peserta Aksi 212 di Monas

Memangsa Manusia

Ular sanca kembang (Python reticulatus) - yang memangsa Wa Tiba dilaporkan panjangnya tujuh meter, merupakan ular yang sangat kuat.

Mereka melumpuhkan lawan atau mangsa dengan melilitnya, dan menghancurkannya, membunuhnya sampai mati lemas atau menderita serangan jantung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved