Jumat, 8 Mei 2026

Ular Sanca Tidak Kunyah Mangsa, Tapi Menelan Jasad Manusia Secara Utuh, Bagaimana Bisa?

Namun mengapa kembali terjadi peristiwa seekor ular sanca ataupiton menelan utuh seorang manusia dewasa?

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
IST
Ular Piton 

Alhasil, kedua hewan itu mati. Itu karena buaya bisa ditelan sebagian, namun mengakibatkan perut ular itu pecah saat memamahnya.

Bangkai keduanya ditemukan oleh para penjaga hutan di Florida.

Tapi pemburu oportunistik ini bisa memilih-milih mangsa juga. Jika mereka tidak mendapat mangsa yang benar-benar cocok, mereka bisa menyantap yang kecil-kecil untuk sementara sampai akhirnya mereka menemukan mangsa yang cukup besar.

Tapi manusia tetap tak masuk dalam menu utama mereka.

Baca: Setelah Anak Janda Alue Awe yang Hilang di Malaysia Ditemukan, Ini yang Dilakukan Haji Uma

Baca: 39 Tahun Dilarang, Wanita Iran Kini Bebas Tonton Piala Dunia 2018 di Stadion, Ini Foto-fotonya

Kasus Serupa

 
Pada tahun 2002 seorang bocah lelaki berumur sepuluh tahun dilaporkan telah ditelan oleh seekor ular piton di Afrika Selatan. Tapi yang disantap sang ular bukan manusia dewasa.

Selain itu, pemangsanya bukan sanca kembang seperti dua kasus di Indonesia.

Pakar ular dari Universitas Brawijaya, Nia Kurniawan, mengatakan bahwa ular sanca sensitif terhadap getaran, kebisingan dan panas dari lampu, sehingga mereka biasanya menghindari pemukiman manusia.

Meski begitu, katanya, ular ini bisa mengingat tempat perburuan.

Bisa jadi kebun sayuran milik Wa Tiba itu dulunya adalah hutan tempat ular itu berburu mangsa. Ditambah lagi, Wa Tiba disangka mamalia buruan.

Baca: Soekarno Dikenal Punya Banyak Istri, Tapi Hanya 1 Istri yang Setia Menemani di Detik-detik Wafatnya

Baca: Heboh, Bocah Berumur 2,5 Tahun Hilang 18 Jam, Bikin Kaget Warga Saat Ditemukan di Atas Pohon

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved