Luar Negeri
AS dan Tiongkok Perang Dagang , Apa yang Terjadi Sebenarnya?
Barang-barang yang ditandai untuk tarif saat ini, akan menghadapi pajak perbatasan sebesar 25 persen saat diekspor ke AS.
Ia mempertimbangkan untuk membeli barang-barang Tiongkok senilai 500 miliar dolar AS.
Baca: Nissa Pingsan Jadi Sorotan, Begini Pengaruhnya dalam Sabyan Gambus Sehingga Populer
Tarif putaran awal AS dan Tiongkok dirancang untuk saling 'menyengat' satu sama lain.
AS menargetkan barang-barang berteknologi tinggi Tiongkok untuk memberikan tekanan ekonomi pada program 'Made in China 2025'.
Program tersebut diprakarsai oleh pemerintah Tiongkok untuk mengubah Negeri Tirai Bambu itu menjadi negara pembangkit tenaga listrik yang maju.
Tiongkok secara sengaja menargetkan ekspor pertanian AS seperti kedelai yang berasal dari negara-negara di jantung negara AS.
Dimana baik presiden AS maupun partainya tidak ingin melihat adanya ketidakstabilan ekonomi maupun warga yang kehilangan pekerjaan sebelum pemilihan paruh waktu 2018.
Apa AS secara resmi telah melakukan perang dagang dengan Tiongkok? Semua itu tergantung.
Negara-negara melakukan tiffs atas perdagangan sepanjang waktu.
Baca: Korupsi Dana Otsus Aceh
Untuk mengatasinya, mereka bisa menanyakan kepada Organisasi Perdagangan Dunia dan meminta lembaga itu memutuskan siapa yang benar dan salah.
Mereka dapat bernegosiasi langsung satu sama lain untuk mencapai kesepakatan, atau bahkan mereka bisa memberlakukan tarif sepihak pada masing-masing barang.
Skenario terakhir adalah skenario yang memiliki potensi untuk merubah penerapan tarif menjadi perang dagang.
Jika dua negara itu melakukan pemogokan pada masing-masing negara, maka itu tidak menjadi masalah besar.
Namun jika tit for tat berlanjut, dengan masing-masing negara mengenakan lebih banyak tarif satu sama lain, maka perang dagang pun tak terhindarkan.
Mengingat ancaman Trump untuk menjaga agar tarif tetap, sepertinya itulah yang terjadi antara AS dan Tiongkok, perang dagang.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Perang Dagang AS-Tiongkok, Apa yang Terjadi Sebenarnya?