Minggu, 10 Mei 2026

Biografi Malala Yousafzai, Pernah Ditembak Taliban dan Dapat Nobel Perdamaian

Dia menjadi sorotan global ketika lolos dari percobaan pembunuhan oleh Taliban pada usia 15 tahun.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
IST
Penerima Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai 

Satu peluru menembus kepalanya dan bersarang pada bahunya.

Malala terluka serius.

Pada hari yang sama, dia dibawa ke rumah sakit militer Pakistan di Peshawar.

Empat hari selanjutnya, dia diterbangkan ke Birmingham, Inggris, untuk menerima perawatan intensif.

Meski memerlukan banyak operasi, termasuk perbaikan saraf wajah untuk memperbaiki sisi kiri wajahnya yang lumpuh, dia tidak menderita kerusakan otak besar.

Pada Maret 2013, dia mulai bersekolah di Birmingham.

Atas penembakan itu, dukungan besar-besaran mengalir kepadanya.

Malala Yousafzai, aktivis remaja yang nyaris tewas ditembak Taliban tahun lalu, berpidato di PBB tepat pada ulang tahunnya yang ke-16, Jumat (12/7/2013). Malala mendesak dunia untuk memberikan akses pendidikan sebesar-besarnya untuk anak-anak.(STAN HONDA / AFP)
Malala Yousafzai, aktivis remaja yang nyaris tewas ditembak Taliban tahun lalu, berpidato di PBB tepat pada ulang tahunnya yang ke-16, Jumat (12/7/2013). Malala mendesak dunia untuk memberikan akses pendidikan sebesar-besarnya untuk anak-anak.(STAN HONDA / AFP) 

Baca: Hasil Evaluasi Kinerja Terhadap 16 Kadis di Lhokseumawe belum Ada Kejelasan

Baca: Hari Kesembilan, Ketua KIP Abdya Imbau Ketua Parpol Segera Daftarkan Bacaleg

Nobel perdamaian

Pada 2013, dia melakukan pidato untuk PBB dan menerbitkan buku pertamanya berjudu I am Malala. Setahun kemudian, Malala menyabet Penghargaan Nobel Perdamaian saat dia berusia 17 tahun. Malala menjadi orang termuda yang meraih penghargaan tersebut.

"Penghargaan ini tidak hanya untuk saya. Ini untuk anak-anak yang terlupakan yang ingin menempuh pendidikan. Ini untuk anak-anak yang ketakutakan, yang menginginkan perdamaian," katanya.

"Ini untuk anak-anak yang tidak bisa bersuara, yang menginginkan perubahan," imbuhnya.

Pada tahun yang sama, Malala mendirikan lembaga amal Malala Fund dengan dibantu ayahnya.

Sekarang lembaga tersebut memberdayakan anak perempuan untuk mengolah potensi diri sehingga mampu menjadi pemimpin kuat bagi negara.

Proyek pendidikan dari Malala Fund tersebar di enam negara dan bekerja sama dengan pemimpin dunia.

Baca: Memberi Persembahan Hingga Menyantap Daging Ular Derik, Inilah 5 Festival Ular di Seluruh Dunia

Baca: Doakan Irwandi Yusuf Terbebas dari Fitnah Keji, Ratusan Anak Yatim Berkumpul di Masjid Raya

Kembali ke Pakistan

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved