Minggu, 10 Mei 2026

Biografi Malala Yousafzai, Pernah Ditembak Taliban dan Dapat Nobel Perdamaian

Dia menjadi sorotan global ketika lolos dari percobaan pembunuhan oleh Taliban pada usia 15 tahun.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
IST
Penerima Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai 

SERAMBINEWS.COM - Dia menjadi sorotan global ketika lolos dari percobaan pembunuhan oleh Taliban pada usia 15 tahun.

Malala Yousafzai asal Pakistan ditembak pada bagian kepalanya oleh seorang penembak Taliban pada 2012.

Sejak itu, dia menyuarakan perlawanan terhadap kelompok tersebut.

Dia mendesak agar perempuan diperbolehkan untuk memperoleh pendidikan.

Pada 2014, dia meraih penghargaan Nobel Perdamaian atas perannya dalam menyuarakan hak anak.

Baca: Politeknik Aceh Selatan Jalin Kerja Sama dengan UMP Malaysia

Baca: Pedagang Komplek PJKA Bireuen Datangi Kantor DPRK, Ini Tuntutannya

Kehidupan awal dan Taliban

Malala Yousafzai lahir pada 12 Juli 1997 di Mingora, kota terbesar Swat Valley, provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan.

Dia putri dari pasangan Ziauddin dan Tor Pekai Yousafzai, serta memiliki dua adik laki-laki.

Kehidupan awalnya begitu menyenangkan sebab tempat tinggalnya merupakan destinasi wisata populer dan dikenal dengan festival musim panasnya.

Semua itu berubah ketika kelompok Taliban mencoba menguasai daerah tersebut.

Usia Malala masih 10 tahun ketika Taliban mulai mengendalikan Swat Balley dan menjadi dominan di bidang politik dan sosial.

Taliban melarang perempuan bersekolah dan kegiatan budaya seperti menari, bahkan menonton televisi juga tidak diperbolehkan.

Serangan bom bunuh diri menyebar dan hingga akhir 2008, Taliban menghancurkan sekitar 400 sekolah.

Namun, setelah Taliban mulai menyerang sekolah perempuan di Swat, dia menyampaikan pidato di Peshawar pada September 2008.

Pidato pertamanya itu berjudul "Betapa beraninya Taliban merampas hak dasarnya untuk bersekolah?".

Malala Yousafzai, ayahnya Ziauddin, dan wartawan CNN Christiane Amanpour berfoto bersama sebelum melakukan wawancara di New York, Kamis (10/10/2013).(EMMANUEL DUNAND / AFP)
Malala Yousafzai, ayahnya Ziauddin, dan wartawan CNN Christiane Amanpour berfoto bersama sebelum melakukan wawancara di New York, Kamis (10/10/2013).(EMMANUEL DUNAND / AFP) 

Baca: Kadis Pertanian Aceh Minta Petani Tamiang Galakkan Tanaman Jagung

Baca: Pemko Lhokseumawe Sudah Konsultasi ke KASN Terkait Rencana Mutasi Kadis, Ini Hasilnya

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved