Rabu, 15 April 2026

‘Kiban Crah Meunan Beukah’

CRAH-beukah atau kiban crah meunan beukah (terbelah sebagaimana bentuk retaknya) merupakan satu karakter kuat

Editor: bakri
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menggunakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/7/2018) dini hari. KPK menetapkan 4 orang tersangka yang diantaranya Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah Ahmadi, dan dua orang swasta serta mengamankan barang bukti Rp 50 juta dari total commitment fee sebesar Rp 1,5 miliar terkait kasus fee proyek proyek pembangunan infrastruktur dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Provinsi Aceh tahun anggaran 2018. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Akhir-akhir ini kita juga disajikan oleh sebuah hikayat perseturuan antara legislatif dan eksekutif. Konflik ini merupakan satu kondisi yang sangat membingungkan, karena mereka saling sangat mengenal dan pernah menjadi teman seperjuangan. Tetapi karena warisan crah-beukah sangat kentara dari leluhur mereka, maka pertemanan dan persaudaraan menjadi tidak berarti.

Yang menjadi persoalan mendasar dalam setiap kejadian sejarah adalah karakter crah beukah jelas sekali sifat keacehannya, bahwa karena suka berbicara apa adanya, tidak mampu membaca trik orang yang lebih memfokus pada angguk dulu, sementara di belakang akan ada penyelesaian selanjutnya.

Sejatinya elite-elite Aceh lebih memahami pluralisme karakter, bahwa kita merupakan sebuah entitas yang berbaur dari berbagai etnis dan kosmopolit. Maka ketika menduduki posisi politis yang sangat strategis harus mampu meredam warisan crah-beukah untuk mengupayakan persatuan dan kesatuan umat.

Kita berharap semoga pembesar-pembesar Aceh ke depannya mampu memainkan perannya yang lebih strategis untuk membangun Aceh. Kita berharap agar mereka tidak lagi menganut secara fanatik paham kiban crah meunan beukah dan “ideologi asoelhok” (penduduk asli yang tertutup) yang cenderung mengedepankan otot, mengabaikan otak dan diplomasi modern. Kita berharap Aceh pasca-penangkapan Irwandi Yusuf oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera berbenah, meninggalkan semua hal negatif dan menatap masa depan dengan penuh harapan. Semoga!

* T. Murdani, alumnus program Master of International Development, Fakultas Art & Design, University of Canberra, Australia, mengajar pada jurusan Pengembangan Masyarakat Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Email: teuku.murdani@gmail.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved