Minggu, 19 April 2026

KUPI BEUNGOH

Mobil Penumpang di Jalan Raya: Antara Kecepatan, Keselamatan, dan Kenyamanan

Mobil penumpang jenis Hiace kini telah menjelma menjadi tulang punggung transportasi darat antarkota di Aceh.

Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Tgk. Muhammad Zulfajri, S.Pd., M.Sc., Ph.D, Bendum DPP ISAD Aceh 

#Belajar dari Tragedi Aceh Jaya dan Tanggung Jawab Bersama

Oleh Tgk. Muhammad Zulfajri, S.Pd., M.Sc., Ph.D*)

Mobil penumpang jenis Hiace kini telah menjelma menjadi tulang punggung transportasi darat antarkota di Aceh. 

Kehadirannya menjawab kebutuhan masyarakat akan moda perjalanan yang relatif cepat, fleksibel, dan mampu menjangkau berbagai wilayah. 

Kabin yang luas, kursi yang lebih nyaman dibandingkan angkutan konvensional, serta sistem perjalanan yang lebih praktis menjadikan kendaraan ini pilihan favorit banyak kalangan dari pelajar, pekerja, hingga keluarga.

Namun, di balik kenyamanan yang ditawarkan, terselip persoalan yang tidak bisa lagi dianggap remeh: kecepatan yang kerap melampaui batas kewajaran. 

Tidak sedikit penumpang yang mengungkapkan pengalaman serupa—perjalanan yang terasa menegangkan karena laju kendaraan yang terlalu kencang, manuver mendadak, hingga sensasi “melayang di jalan” yang jauh dari rasa aman. 

Apa yang seharusnya menjadi perjalanan menyenangkan justru berubah menjadi pengalaman penuh kecemasan.

KECELAKAAN - Sebuah mobil penumpang Toyota Hiace Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di ruas jalan nasional kawasan Rigah, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, pada Minggu dini hari (12/4/2026) sekitar pukul 00.20 WIB.
KECELAKAAN - Sebuah mobil penumpang Toyota Hiace Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di ruas jalan nasional kawasan Rigah, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, pada Minggu dini hari (12/4/2026) sekitar pukul 00.20 WIB. (Serambinews.com/HO)

Kekhawatiran ini menemukan relevansinya dalam tragedi kecelakaan di Aceh Jaya yang merenggut tiga korban jiwa. 

Peristiwa tersebut bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan peringatan keras bagi semua pihak tentang pentingnya keselamatan dalam transportasi publik. 

Dalam hitungan detik, sebuah perjalanan yang dimulai dengan harapan sampai tujuan berubah menjadi duka yang mendalam bagi keluarga korban.

Tragedi ini mengajarkan satu hal penting: bahwa risiko di jalan raya tidak pernah bisa ditawar. Ia tidak mengenal siapa yang salah atau benar dalam persepsi subjektif. 

Sekali kelalaian terjadi, dampaknya bisa fatal. Oleh karena itu, menjadikan keselamatan sebagai prioritas bukanlah pilihan, melainkan keharusan mutlak.

Baca juga: Mobil Hiace Kecelakaan di Aceh Jaya, 3 Orang Meninggal

Fenomena kecepatan tinggi pada mobil penumpang tidak terjadi dalam ruang hampa. Ada banyak faktor yang saling berkaitan dan membentuk pola ini. 

Pertama, kebiasaan pengemudi yang terbiasa mengemudi cepat karena tuntutan waktu dan pengalaman di lapangan. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved