Misi Terakhir Penyamaran Kapten Hirath Al Sudani, Intel Ternama Irak yang Menyusup ke Basis ISIS
Pengemudi itu khawatir karena jalanan Irak yang amat kacau itu bisa membuat bom itu meledak setiap saat
Setelah menjadi mata-mata nama Al Sudani diubah. Dia kemudian dikenal dengan julukan Abu Suhaib.
Baca: Gudang Milik ISIS Penuh Senjata Buatan Israel, Ditemukan Oleh Tentara Suriah
Misi Al Sudani adalah menyusup ke dalam sarang ISIS di Tarmiyah, sebuah kota di dekat persimpangan dua jalan raya, yang menjadi pusat pasukan bom bunuh diri ISIS.
"Dia adalah yang pertama kali mengajukan diri untuk menjalani misi berbahaya itu," kata Munaf, saudara laki-laki Al Sudani.
"Apa yang dilakukannya amat berbahaya," lanjut Munaf.
Setelah menyusup dan menjadi anggota ISIS, Al Sudani berhubungan langsung dengan para senior organisasi itu yang berada di kota Mosul.
Dalam pembicaraan telepon setiap sepekan sekali, seorang tokoh senior ISIS di kota Mosul akan memerintahkan Al Sudani bertemu dengan pengebom bunuh diri yang datang ke Tarmiyah dari wilayah kekuasaan ISIS.
Baca: Pengakuan Mantan Anggota ISIS, Hanya Digaji Segini dan Ditambah Bonus 4 Gadis Cantik

Tak jarang, Al Sudani ditugaskan mengambil sebuah mobil yang sudah dilengkapi bom untuk digunakan dalam sebuah misi bunuh diri.
Setiap kali mendapatkan tugas, Al Sudani menghubungi Falcons. Nantinya, para petugas akan mencegat mobil itu bersama dia dan bom yang dibawanya sebelum mencapai kota Baghdad.
Di sisi lain, Falcons mengirim sebuah mobil yang dilengkapi perangkat pengacau sinyal untuk memblokir detonator yang biasanya dioperasikan dari jarak jauh dengan menggunakan telepon genggam.
Dengan berkomunikasi menggunakan telepon atau isyarat tangan para agen Falcons akan mengarahkan Al Sudani ke lokasi di mana mereka bisa menjinakkan bom itu.
Jika Al Sudani membawa seorang pengebom bunuh diri, maka para agen Falcons akan memancingnya keluar dari mobil untuk ditangkap atau dibunuh.
Baca: Hatf Saiful Bocah Bogor yang Tewas Bertempur Bersama ISIS, Mampu Bongkar Senapan dalam 32 Detik
Setelah itu, para agen Falcons membuat sebuah ledakan palsu dan menyebarkan isu bahwa bom meledak dengan memakan korban yang amat banyak. Semua itu dilakukan agar penyamaran Al Sudani tak terbongkar ISIS.
Penyamaran terbongkar
Pada 31 Desember 2016, seorang komandan ISIS di Mosul mengatakan, Al Sudani terpilih untuk melakukan aksi spektakuler di malam pergantian tahun.
Aksi itu berupa sebuah serangan bom terkordinasi di beberapa kota di seluruh dunia. Mendapatkan perintah itu, Al Sudani kemudian mengambil sebuah mobil pikap putih di kawasan Al Khadra, wilayah timur Baghdad.