Misi Terakhir Penyamaran Kapten Hirath Al Sudani, Intel Ternama Irak yang Menyusup ke Basis ISIS  

Pengemudi itu khawatir karena jalanan Irak yang amat kacau itu bisa membuat bom itu meledak setiap saat

Editor: Muhammad Hadi
Munther al-Sudani, memamerkan tato yang memperlihatkan wajah saudaranya Kapten Hirath al-Sudani mata-mata Irak yang menyusup ke tubuh ISIS.(Gulf News/NYT) 

Al Sudani merasa curiga bahwa penyamarannya selama ini telah terungkap.

Setiap hari dia membahayakan hidupnya dengan tetap berada di dalam organisasi ISIS.

Dan, hari itu dia terjebak karena sebuah kebohongan kecil. Dan jika 500 kilogram bom plastik C4 itu meledak dan dia tak tewas maka semua kedoknya akan terbuka.

Sebelum dia menjalankan misi bunuh diri yang ditugaskan kepadanya, Al Sudani sempat mengirim pesan untuk ayahnya.

"Berdoalah untuk saya," demikian isi pesan sang mata-mata.

Baca: Jauh dari Kehidupan Mewah, Beginilah Karier Putin Selama Menjadi Anggota Intelijen KGB

Agen Falcons

Tak banyak diketahui orang luar, para petinggi intelijen Irak dan sekutu sudah menempatkan sejumlah mata-mata di dalam tubuh ISIS.

Para mata-mata inilah yang membantu upaya Irak dan sekutu mengalahkan ISIS di basis terkuat terakhirnya, Mosul, pada tahun lalu.

Para mata-mata ini sekarang membantu dinas intelijen untuk memburu pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

Belum lama ini, seorang mata-mata Irak memberikan informasi yang berujung pada penangkapan lima tokoh senior ISIS yang bersembunyi di Turki dan Suriah.

Para pejabat Irak mengatakan, Falcons, nama unit tempat Al Sudani bergabung telah menggagalkan ratusan serangan bom di Baghdad sehingga membuat kota itu menjadi lebih aman selama 15 tahun terakhir.

Baca: Jadi Anggota Badan Intelijen Negara (BIN) Ternyata tak Mudah, Ini 5 Syarat Utamanya

Dalam foto yang diambil pada 5 November 2017 terlihat berbagai jenis senjata milik ISIS yang ditemukan AD Suriah saat melakukan operasi di provinsi Deiz ez-Zor.(AFP/ STRINGER)
Dalam foto yang diambil pada 5 November 2017 terlihat berbagai jenis senjata milik ISIS yang ditemukan AD Suriah saat melakukan operasi di provinsi Deiz ez-Zor.(AFP/ STRINGER) ()

Abu Ali Al Basri, direktur dinas intelijen Irak, memberikan penghargaan untuk para mata-mata yang menyamar ini.

"Drone bisa memberi tahu siapa yang memasuki sebuah gedung, tetapi tidak bisa memberi tahu apa yang dibicarakan di dalam," ujar Basri.

"Kami bisa mengetahui semua itu, karena kami memiliki orang di dalam ruangan-ruangan itu," tambah dia.

Kembali ke Kapten Al Sudani, dia termotivasi untuk melakukan pekerjaan berbahaya itu setelah melihat foto anak-anak yang menjadi korban ISIS.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved