Rupiah Melemah dan Tembus Rp 15.000 per Dolar AS, Ini 5 Penyebabnya

Hingga Rabu (5/9/2018) malam, nilai tukar rupiah berada pada level 14.946,45 per dolar Amerika.

Rupiah Melemah dan Tembus Rp 15.000 per Dolar AS, Ini 5 Penyebabnya
THINKSTOCKS/Kompas.com
Ilustrasi rupiah dan dollar AS 

Perdagangan di dalam negeri yang kurang optimal membuat rupiah terus melemah terhadap dolar AS.

Kondisi ini disebabkan juga oleh penyebab yang pertama yakni neraca perdagangan Indonesia yang mengalami defisit dan kemudian berimbas ke defisit transaksi berjalan.

Namun hal ini tak hanya terjadi pada rupiah saja melainkan terhadap mata uang dari berbagai negara lain.

Baca: Soal Intimidasi, Ustaz Abdul Somad Akhirnya Buka Suara Awak Baik-baik Dipersekusi Juga

3. Yield Spread

Patung Liberty dan Bendera Amerika Serikat
Patung Liberty dan Bendera Amerika Serikat (telegraph.co.uk)

Adanya yield spread antara US Treasury atau surat berharga pemerintah AS dan Surat Berharga Negara tenor 10 tahun yang semakin lebar juga turut berpengaruh pada melemahnya rupiah.

Bima Yudhistira selaku peneliti Institute of Development for Economics and Finance mengatakan, semakin lebar yield spread maka investor asing akan cenderung menjual surat utang Indonesia.

Baca: Pemerintah Resmi Naikkan Pajak Impor Hingga Tiga Kali Lipat, Ini Jenis Barangnya

4. Sistem perbankan dan perang dagang

Menurut Shanti Rachmand selaku Presiden ASEAN International Business, ada 2 hal lagi yang membuat nilai rupiah anjlok.

Pertama adalah infrastruktur sistem perbankan yang kurang memadai.

Kedua yakni trade war atau perang dagang yang disinyalir memperburuk kondisi keuangan global.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved