Luar Negeri

Rumitnya Politik Bosnia, Negeri dengan Tiga Presiden, Sulit Berkiprah di Kancah Internasional

Ketiga politisi yang duduk di lembaga kepresidenan setiap delapan bulan bergantian untuk menjadi ketua.

Editor: Faisal Zamzami
Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic, Presiden Bosnia-Herzegovina Alija Izetbegovic, dan Presiden Kroasia Franjo Tudjman meneken Perjanjian Damai Dayton yang mengakhiri Perang Bosnia dan memulukan jalan penandatanganan Kerangka kerja Kesepakatan Damai di Bosnia dan Herzegovina? pada 14 Desember 1995 di Istana Elysee, Paris, Perancis. (US Air Force/Staff Sgt. Brian Schlumbohm) 

Sektor publik mempekerjakan 212.000 orang yang untuk menggaji mereka menghabiskan sepertiga anggaran belanja negeri itu.

Kondisi ini membuat Bosnia sulit berkiprah di kancah internasional misalnya keinginan untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Sebab, Uni Eropa menuntut pemerintahan yang terpisah-pisah itu mencari cara berkordinasi dan "berbicara dengan satu suara".

Sayangnya, upaya mempersatukan Bosnia ini masih jauh panggang dari api karena ulah para politisi mereka sendiri.

Sebagai contoh, Milorad Dodik yang baru saja memenangkan pemilihan umum untuk duduk di kursi lembaga kepresidenan.

Dodik, yang juga merupakan Presiden Republik Sprska, selalu menolak untuk pergi ke ibu kota Bosnia, Sarajevo.

Dia bahkan dikenal sebagai penganjur pemisahan Republik Sprska dari Bosnia yang disebutnya sebagai "konsep yang gagal" itu.

Kondisi serupa terjadi di wilayah Herzegovina yang terletak di sisi barat daya negeri tersebut.

Di kawasan itu, etnis Kroasia berjumlah 22,5 persen dari seluruh penduduk Federasi Muslim-Kroasia.

Sebagian warga Kroasia merasa posisi sebagai minoritas membuat suara mereka termarjinalisasi dan ingin mendirikan entitas pemerintahan sendiri.

Di sisi lain, Muslim Bosnia menentang keras reorganisasi wilayah itu. Sedangkan, etnis Serbia tidak menentang keinginan tersebut selama tidak memengaruhi Republika Sprska.

Persaingan antar-etnis ini, hanya disatukan pemerintahan pusat yang lemah dengan wewenang nyaris nol terhadap pemerintahan lokal.

Sehingga, tak heran jika warga negeri itu selalu merasa was-was karena api dalam sekam sewaktu-waktu bisa muncul membakar mereka semua. (AFP)

Baca: Mengenal 5 Pesawat Tempur Andalan TNI Angkatan Udara, Sukhoi Su-30 Efektif untuk Serangan Darat

Baca: 5 Fakta Khabib Nurmagomedov, Bergulat dengan Beruang Saat Kecil hingga Bersahabat dengan Ronaldo

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rumitnya Politik Bosnia, Negeri dengan Tiga Presiden"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved