Perusahaan Paling Bernilai Sepanjang Sejarah Itu Bernama VOC
VOC didirikan sebagai perusahaan pada 1602, ketika diberikan monopoli 21 tahun oleh pemerintah Belanda untuk perdagangan rempah-rempah di Asia.
SERAMBINEWS.COM - Saat ini, jika berbicara tentang perusahaan paling bernilai di dunia, maka sebagian besar akan didominasi oleh perusahaan teknologi.
Di pucuk teratas perusahaan paling bernilai tahun 2018, bercokol Apple dengan nilai sebesar 214 miliar dolar AS.
Di posisi kedua dan ketiga ada Google dan Amazon yang masing-masing bernilai 155 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2.351 triliun dan 93 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 1.410 triliun.
Berikut ini daftar lengkap 10 berser perusahaan paling bernilai di dunia:
Baca: Polisi yang Salah Prosedur Penangkapan di Polsek Bendahara Terancam Dipecat Secara Tidak Hormat
1. Apple (214 miliar dolar AS: Rp 3.248 triliun)
2. Google (155 miliar dolar AS: Rp 2.352 triliun)
3. Amazon (101 miliar dolar AS: Rp 1.533 triliun)
4. Microsoft (93 miliar dolar AS: Rp 1.411 triliun)
5. Coca-Cola (66 miliar dolar AS: Rp 1.001 triliun)
6. Samsung (60 miliar dolar AS: Rp 910 triliun)
7. Toyota (53 miliar dolar AS: Rp 804 triliun)
8. Mercedes-Benz (49 miliar dolar AS: Rp 743 triliun)
9. Facebook (45 miliar dolar AS: Rp 682 triliun)
10. McDonald’s (43 miliar dolar AS: Rp 652 triliun)
Tapi itu data tahun 2018. Beda hasilnya jika yang dibicarakan adalah perusahaan paling bernilai sepanjang masa.
Siapa sangka, jika perusahaan paling bernilai sepanjang masa pernah sangat dekat dengan Indonesia, namun kedekatan yang lebih bersifat merugikan bagi Indonesia.
Perusahaan yang dimaksud adalah Dutch East India Company atau yang dikenal di Belanda dengan nama Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC).
Baca: Terkait Kasus Khashoggi, Jerman Langsung Hentikan Penjualan Senjata ke Arab Saudi
Ya, VOC atau lebih dikenal dengan sebutan kompeni adalah perusahaan paling bernilai sepanjang sejarah umat manusia.
VOC diberikan hak monopoli atas perdagangan, dan mereka terlibat dalam perjalanan berani ke tempat-tempat asing bagi bangsa Eropa, Nusantara salah satunya.
Mereka bisa mendapatkan barang-barang eksotis, mendirikan koloni, menciptakan kekuatan militer, dan bahkan memulai perang atau konflik di seluruh dunia.
Tentu saja, sifat dari perusahaan berisiko ini membuat upaya mendapatkan indikasi akurat dari nilai intrinsik hampir tidak mungkin, yang berarti tidak ada patokan nyata untuk apa perusahaan seperti ini harus dinilai.
Puncak spekulatif
VOC didirikan sebagai perusahaan pada 1602, ketika diberikan monopoli 21 tahun oleh pemerintah Belanda untuk perdagangan rempah-rempah di Asia.
Perusahaan itu akhirnya akan mengirim lebih dari satu juta pelayar ke Asia, yang lebih banyak dari gabungan Eropa lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/voc_20181027_190810.jpg)