Mantan Pramugari Steffy Burase Ungkap Doktrin Awak Kabin, Siap tidak Pulang Setelah Pesawat Take Off

Ketika uniform terbang terpasang di badan, mental kami sangat berani. Kami sudah didoktrin sejak awal tentang risiko kerjaan yang kami hadapi.

Mantan Pramugari Steffy Burase Ungkap Doktrin Awak Kabin, Siap tidak Pulang Setelah Pesawat Take Off
Model Fenny Steffy Burase tiba di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/10). Fenny Steffy Burase memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap terkait pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018 pada Provinsi Aceh dengan tersangka untuk tersangka Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf. ANTARA /Hafidz Mubarak A

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Menjadi pramugari atau flight attendant dalam sebuah maskapai penerbangan membutuhkan persiapan matang.

Selain berani dan cerdas, seorang pramugari juga harus kuat mental menghadapi berbagai kemungkinan buruk selama penerbangan.

Baca: Melihat Era Keemasan Persiraja, Ini 8 Pemain Legenda Laskar Rencong yang Dikenang Sepanjang Masa

Mantan pramugari senior Steffy Burase mengungkapkan bagaimana seorang flight attendant harus punya prinsip.

Mereka juga harus mengikuti prosedur penerbangan yang sudah menjadi semacam doktrin bagi semua awak kabin.

Duduk sebagai penumpang dan duduk sebagai cabin crew rasanya sangat berbeda.

"Mentally maksud saya. Ketika uniform terbang terpasang di badan, mental kami sangat berani. Kami sudah didoktrin sejak awal tentang risiko kerjaan yang kami hadapi," ujar wanita berdarah Manado ini kepada Serambinews.com, Jumat (2/11/2018).

Baca: Cerita Mantan Pramugari Steffy Burase, Pesawat Berguncang Hebat, Penumpang Panik dan Berteriak

Menurut Steffy yang pernah menekuni profesi pramugari selama 8 tahun dengan jabatan terakhir chief pranty, keselamatan penumpang adalah tugas utama mereka.

Meskipun banyak penumpang yang berpikir bahwa tugas utama pramugari adalah sekadar melayani makan dan minum penumpang dalam pesawat.

"Ingat ketika salah satu instruktur saya (sudah almarhum dalam kecelakaan pesawat Shukoi) mengatakan bahwa ketika pintu pesawat sudah tertutup, setiap hari bisa kembali adalah berkat," ujarnya.

"Karena di sana kita tidak bisa lagi melakukan apa-apa kecuali atas kehendak Allah. Selalu persiapkan diri untuk tidak pernah pulang," tambah Steffy.

Halaman
12
Penulis: Ansari Hasyim
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved