Seorang Nelayan Selamatkan Bayi Mengambang di Tengah Laut, Awalnya Dikira Boneka
Mereka diketahui berkemah di dekat Pantai Matata di Pulau Utara, saat orangtuanya tertidur bocah tersebut berkeliaran ke luar.
SERAMBINEWS.COM - Seorang nelayan tanpa sengaja menyelamatkan bayi yang mengambang di tengah lautan.
Melansir Inside Edition, Selasa (6/11/2018), kisah tersebut terjadi di wilayah perairan Selandia Baru.
Nelayan bernama Gus Hutt ini awalnya tak menyangka bahwa benda yang disangkanya boneka ternyata adalah bayi.
Saat ia meraih boneka tersebut, barulah ia sadar bahwa benda tersebut adalah sesosok bayi yang mengambang di lautan.
Baca: Komentar Ghazali Abbas terhadap Wali Nanggroe Dinilai Menyerang Pribadi Malik Mahmud Al-Haytar
Menurut sebuah laporan, bayi yang ditemukan ini diidentifikasi dengan nama Malachai Reeve, seorang anak 18 bulan.
Mereka diketahui berkemah di dekat Pantai Matata di Pulau Utara, saat orangtuanya tertidur bocah tersebut berkeliaran ke luar.
Lalu, balita ini mengapung terbawa air sekitar 50 kaki ke kalutan sebelum Gus Hutt menyelamatkannya.
"Wajahnya seperti porselen dengan rambut pendeknya dibasahi," kata Hutt kepada Whakatane Beacon.
Baca: Rambutnya Dipotong oleh Pihak Sekolah, Seorang Anak Laki-laki Diduga Bunuh Diri
"Tapi kemudian dia mengeluarkan sedikit decitan dan saya berpikir, 'Oh Tuhan, itu adalah bayi dan masih hidup." tambahnya.
Hutt menjelaskan ketika dia telah memeriksa pancingnya pagi itu sekitar jam 7 pagi ketika dia melihat apa yang awalnya dia pikir adalah boneka.
Baca: Penyebab Air Terjun Sedudo di Nganjuk Berubah Warna Jadi Hitam
"Saya mengulurkan tangan dan memegang lengannya, bahkan saat itu saya masih berpikir itu hanya boneka," kata Hutt.
"Dia mengambang di air, jika saya tidak ada di sana, atau jika saya baru saja di sana semenit kemudian, saya tidak akan melihatnya." tambahnya.
Baca: KIP Abdya Tetapkan Jumlah DPT Hasil Perbaikan Kedua, tak Memiliki e-KTP tidak Bisa Memilih
Hutt mengatakan bahwa mungkin itu adalah takdir, bahwa ia menaruh tiang pancing di tempat itu tepat pada hari itu.
Ibu bayi ini, Jessica Whyte mengatakan bahwa dia bangun di perkemahan itu dan mendapati bayinya sudah hilang.
Baca: Tari Saman Meriahkan Peringatan Hari PBB di Jakarta Intercultural School
Whyte juga menjelasakan bahwa putranya biasanya masih tidur sepanjang pagi, tetapi ia mungkin terbangun karena deru ombak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bayi-di-tengah-laut.jpg)