CPNS 2018

CPNS 2018 - 5 Fakta Singkat Polemik Passing Grade SKD, Ini Penjelasan BKN Soal Sistem Peringkat

Tak sesuai harapan. Ribuan peserta tes CPNS tahun 2018 berguguran karena nilainya di bawah passing grade atau batas nilai minimal

CPNS 2018 - 5 Fakta Singkat Polemik Passing Grade SKD, Ini Penjelasan BKN Soal Sistem Peringkat
Serambinews.com
Peserta mengikuti Ujian SKD CPNS di Aula Gedung IAIN Cot Kala Langsa, Kamis (1/11/2018). Seleksi SKD CPNS Aceh Timur ini dibagi dalam 4-5 sesi/hari, di mana dalam setiap sesi diikuti 90 peserta. 

"Formasi tahun ini itu sebagian terbesar adalah guru dan tenaga kesehatan. Kalau guru dan tenaga kesehatan kosong, ini siapa yang akan mengajarkan anak-anak. Kan lebih baik ada gurunya daripada tidak sama sekali. Jadi itu perlu," kata Bima saat di Kota Malang, Jumat (16/11/2018).

Dengan begitu, peserta seleksi yang tidak lolos passing grade akan dilakukan pemeringkatan sesuai dengan nilai yang diperoleh. Selanjutnya akan ditentukan peserta yang lolos SKD meskipun tidak mencapai passing grade.

2. Alasan BKN enggan turunkan "passing grade" 

Taruhannya adalah masyarakat. Apabila menurunkan nilai batas minimal kelulusan, hanya akan didapat PNS yang sebetulnya tak layak lulus dan tidak berkualitas.

"Caranya bagaimana, kalau diturunkan passing grade, kan dapatnya PNS yang elek-elek (jelek-jelek). Balik lagi ke guru yang tidak berkualitas. Apakah kita mau anak-anak kita diajar oleh guru-guru yang tidak berkualitas. Nggak mau, siapa yang mau. Jadi harus bagus."

"Nah, mungkin penurunan passing grade itu tidak menjadi pilihan. Tapi anak-anak (peserta) tes ini yang passing grade-nya belum memenuhi itu banyak yang skor totalnya tinggi sekali," kata Bima.

Baca: Survey LSI Sebut 4 Ustaz Ini Lebih Dipatuhi daripada Habib Rizieq, Pengurus FPI Jakarta Menyanggah

Baca: 10 Cara Menghemat Baterai Handphone Agar Tak Cepat Habis, Wajib Dicoba!

3. Penjelasan sistem peringkat dari BKN

Proses ranking peserta seleksi CPNS akan menunggu peserta seleksi yang lulus murni atau peserta yang memenuhi passing grade.

Nantinya, penentuan kelulusan peserta melalui proses peringkat (ranking) disesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan untuk Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), yakni berjumlah minimal tiga kali formasi yang tersedia.

"Kita harus lihat dulu yang lulus murni harus seberapa banyak. Katakanlah ada tiga jabatan, lulus murni ada sembilan orang, ya kan udah penuh. Kan tidak diperlukan lagi."

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved