Tiba di Dayah Bustanul Huda Aceh Timur, Sandiaga Disambut Meriah Santri & Dipeusijuek Abu Paya Pasi

Calon Wakil Presiden pasangan nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno tiba di Dayah Bustanul Huda, Gampong Alue Cek Doi, Kecamatan Julok, Aceh Timur

Tiba di Dayah Bustanul Huda Aceh Timur, Sandiaga Disambut Meriah Santri & Dipeusijuek Abu Paya Pasi
Facebook Sadiaga Salahuddin Uno
Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno di Dayah Bustanul Huda, Gampong Alue Cek Doi, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Minggu (3/1/2019). 

Sebelum Sandiaga tiba di makam tersebut masyarakat sudah menunggu kedatangan pria kelahiran Pekan Baru tersebut.

Sesampai ia berwuduk sebelum memasuki kompleks Makam Sultan Malikussaleh.

Sandiaga mendengar penjelasan tentang sejarah singkat Makam Malikussaleh yang dijelaskan juru kunci makam tersebut.

Berdasarkan bukti yang tertera pada batu nisan dalam bahasa Persia, Malikussaleh adalah sultan tertua di Asia Tenggara.

Dalam sejarah tercatat, pada masa pemerintahan beliaulah mencapai puncak kejayaan dan orang yang pertama yang menciptakan mata uang emas yang disebut dirham.

Bahkan dulu banyak warga dari Timur Tengah yang menuntut ilmu ke Aceh.

“Untuk itu dengan kedatangan Bapak Sandiaga ke sini, semoga Allah swt memberikan penguasa yang sukses secara ilmu agama dan ekonomi, sebagaimana Allah memberikan kesuksesan kepada Sultan Malikussaleh dalam membangun negeri ini,” ujar juru kunci yang diamini warga yang hadir.

Pada kesempatan itu, Calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno berjanji akan menjadikan Provinsi Aceh sebagai salah satu fokus pembangunan utama jika terpilih dalam kontestasi pemilihan presiden April mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Cawapres dari Prabowo Subianto itu saat berziarah di Makam Sultan Malikussaleh, Raja Kerajaan Samudera Pasai, di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (3/2/2019).

Cawapres pasangan nomor urut 02 itu juga mengaku kagum atas keindahan pahatan kaligrafi di nisan Sultan Malikussaleh dan putranya, Sultan Malikuddhahir.

 
Dia juga sangat bangga bahwa kerajaan tersebut sebagai penyebar ajaran Islam pertama di Nusantara.

“Kerajaan besar saya salut, apalagi mata uangnya saja dirham. Saya harap ini menginspirasi kita semua untuk membangun Indonesia, spesifik membangun Aceh,” katanya.

Di depan ratusan pendukungnya, Sandiaga menyebutkan bahwa dia dan Prabowo akan mengacu pada kepemimpinan yang adil dan kuat dengan berlandaskan rahmatan lil alamin, juga mengedepankan akhlaqul qarimah.

Menurut dia, kekayaan alam di Aceh belum sempat dikelola secara maksimal.

Padahal, sumber daya alam Aceh dari gas, minyak, dan lain sebagainya sangat besar.

Karena itu, sambung Sandi, dirinya dan Prabowo memastikan ketersediaan lapangan kerja.

“Propaganda Prabowo-Sandi ingin membuka lapangan pekerjaan yang semakin lama makin dibutuhkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya. Alam kita ini kaya namun pengelolaannya belum maksimal,” pungkasnya.

Setelah melakukan ziarah dan berfoto bersama masyarakat yang memadati lokasi makam, Sandi yang didampingi mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sekaligus Ketua Pemenangan Muzakir Manaf langsung berpamitan dan menuju ke Aceh Timur.

“Semoga Aceh bisa menjadi pusat pembangunan di masa Prabowo-Sandi ke depannya,” ujar Sandi.

Facebook Sandiaga Uno
Facebook Sandiaga Uno 

Sebelumnya, Sandiaga bersama Pak Muzakir Manaf (Mualem) dan TA Khalid bersilaturahim ke KH Abu Mustafa Ahmad di Pondok Pesantren Daarul Huda, Desa Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Lhokseumawe.

Sandiaga Salahuddin Uno (Saniaga Uno) sempat mengunjungi rumah KH. Abu Mustafa Ahmad yang merupakan seorang pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Huda, Desa Paloh Gadeng, Kec. Dewantara, 

Sang Ulama juga sempat mengajak Sandi makan malam dengan hidangan khas Aceh.

Sandi tiba di kediaman Kiai Abu Mustafa Ahmad pada Sabtu (2/2/2019) kemarin, setelah melalui perjalanan enam jam dari Bandara Sulthan Islandar Muda Banda Aceh.

Ia disambut masyarakat sekitar kediaman Kiai Abu Mustafa Ahmad untuk melihat calon wakil presiden nomor urut 02 tersebut dari dekat.

Usai makan Sandi 'dipeusijuek' dengan tepung tawar yang merupakan adat masyarakat Aceh untuk memberikan kemuliaan atau berkah pada tamu.

KH Abu Mustofa Ahmad juga mendoakan Sandi agar yang diinginkannya terwujud.

Dalam postingannya di facebook, Sandiaga mengatakan, "Selain makan malam bersama, kita berdoa bersama agar Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa memberikan keberkahan dan perlindungan untuk bangsa ini".

"Menjadi harapan kita semua kedepannya Indonesia bisa menjadi bangsa yang kuat, adil, makmur dan mandiri tidak bergantung pada bangsa lain".

"Dengan kepemimpinan yang tegas dan pemerintahan yang kuat serta dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, saya dan Pak Prabowo Subianto yakin harapan dan cita-cita rakyat Indonesia dapat segera terwujud".

Baca: Galaxy M20, ZenFone Max M2, dan Redmi Note 6 Pro, Ini Perbandingan Spesifikasi dan Harga Ponsel 2019

Baca: Sandiaga Uno Doakan Utang Emak-emak di Aceh Lunas Tahun 2019

Baca: Sandiaga: Aceh Salah Satu Fokus Pembangunan Utama Jika Prabowo-Sandi Terpilih

Penulis: faisal
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved