Andalas Jamin Semen tidak akan Langka
PT Solusi Bangun Andalas (SBA) yang memproduksi semen andalas menyatakan kesiapan memenuhi kebutuhan
* Siap Pasok untuk Pembangunan Tol Aceh
BANDA ACEH - PT Solusi Bangun Andalas (SBA) yang memproduksi semen andalas menyatakan kesiapan memenuhi kebutuhan semen untuk pelaksanaan pembangunan proyek-proyek APBA, APBK, dan APBN di Aceh, termasuk untuk proyek pembangunan jalan tol Aceh. Lantaran jumlah produksi ditargetkan melebihi kebutuhan, maka perusahaan itu menjamin semen tidak akan langka tahun ini di Aceh.
“Kebutuhan semen lokal di Aceh diperkirakan 1,5 juta ton, sedangkan target produksi kita tahun ini mencapai 1,6 juta ton, jadi masih lebih produksinya,” ungkap Teknikal Manajer PT Solusi Bangun Andalas (SBA), Anwar Bhakti kepada Kepala Dinas Perindag Aceh, Muhammad Raudhi, dalam pertemuan di Kantor Pabrik Semen Andalas Lhoknga, Aceh Besar, Selasa (19/2).
Anwar Bhakti menyatakan, sebelum pihak Disperindag Aceh berkunjung ke Kantor PT SBA di Lhoknga pekan ini, pada pekan lalu pihak manajemen PT Adi Karya sebagai pelaksana konstruksi pembangunan jalan tol Aceh sudah berkunjung ke Kantor PT SBA di Lhoknga untuk hal yang sama, yaitu meminta pabrik semen andalas-PT SBA memenuhi kebutuhan lokal di Aceh.
Krisis semen yang melanda Aceh selama empat pekan terakhir, kata dia, dampak pemulangan 51 orang tenag asing yang bekerja di power plant pabrik semen andalas pada 19 Januari 2019 lalu.
Tenaga asing itu dipulangkan ke negaranya, kata Anwar Bhakti, karena ada administrasi keimigrasian yang belum lengkap. Dari 51 orang tenaga kerja asing yang dipulangkan, 15 orang di antaranya memiliki dokumen keimigrasian yang lengkap, dan kini bekerja kembali di bagian pembangkit listrik.
Setelah ke-15 orang tenaga asing asal Cina itu kembali bekerja pada 4 Februari 2019 lalu, operasional produksi semen klingker dan curah kembali berjalan, tapi belum normal seperti dua bulan lalu. Namun begitu, pihak manajemen produksi terus berupaya menormalkan produksi semen curah dan sak.
Untuk kondisi normal, kata Anwar Bhakti, pabrik semen andalas bisa mengeluarkan 5.400 ton. Namun, karena produksinya belum normal, rata-rata produksi saat ini antara 1.500-2.000 ton per hari.
Pemerintah Aceh dan masyarakat pecinta dan penggemar semen andalas, kata Anwar Bhakti, tidak perlu galau. Semen andalas akan beroperasi normal kembali pada bulan depan.
Kalaupun dalam perjalanannya nanti semen yang diproduksi andalas belum mampu memenuhi lonjakan permintaan pasar lokal, kekurangan kebutuhan semen di Aceh akan disuplai oleh semen padang. Sebab, antara PT Solusi Bangun Andalas dengan PT Semen Padang sudah satu induk, yaitu PT Semen Indonesia Group.
Area Sales Manejer Semen Andalas, Herman Ismail mengatakan, harga jual semen andalas tidak naik, masih tetap Rp 51.500/sak sampai ke toko bangunan. Untuk mendistribusikan produk ke masyarakat, sebut Herman, pabrik semen andalas baru memiliki 9 perusahaan distributor untuk semen sak dan tiga perusahaan untuk semen curah. “Kesemua distributor semen kami itu sudah komit tidak akan menaikkan harga jual,” ujar Herman. Jika ada kenaikan harga jual eceran, kata dia, bukan dari pihak manajemen, melainkan ulah penjual semen.
Pada bagian yang lain, Teknikal Manajer Anwar Bhakti menjelaskan, untuk memproduksi semen klingkernya, pabrik semen andalas membutuhkan sekam padi sebanyak 135 ton per hari, sebagai bahan bakar tambahan alternatif dalam rangka mengurangi polusi udara. “Sekam padi sebanyak itu diperoleh dari pabrik penggilingan padi yang terdapat di Aceh, yang dipasok oleh enam perusahaan lokal, “ kata Teknikal Manajer PT Sosuli Bangun Andalas, Anwar Bhakti.
Dikatakan, pabrik semen andalas menggunakan sekam padi sebagai tambahan bahan bakar alternatif untuk pembakaran semen klingkernya. Tujuannya untuk mengurangi penggunaan bahan bakar batu bara, sebagai bahan bakar yang tidak bisa diperbaharui, penyehatan lingkungan hidup, dan untuk menghidupkan usaha kecil dan menengah di Aceh.
Sedangkan sekam padi, kata Anwar Bhakti, merupakan bahan bakar alternatif yang bisa dihasilkan setiap tahun pada masa panen padi, memiliki tingkat kadar kalori atau panas yang lumayan tinggi.
Kebutuhan sekam padi sebanyak 135 ton per hari itu, sebut Anwar Bhakti, baru merupakan 6-8 persen dari total kebutuhan bahan bakar untuk proses pembuatan semen klingker. Tahun depan, porsi kebutuhan sekam padi akan dinaikkan mencapai 20 persen dari total kebutuhan bahan bakar yang digunakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kadisperindag-aceh-m-raudhi-bersama-rombongannya-sedang-melihat-tumpukan-sekam-padi.jpg)