7 Fakta Temuan Jasad Siswa SUPM Ladong Aceh Besar, Ada Bekas Penganiayaan dan Kening Tersulut Rokok

Korban ditemukan tak bernyawa di atas bukit, 300 meter dari belakang pekarangan asrama sekolah tersebut.

7 Fakta Temuan Jasad Siswa SUPM Ladong Aceh Besar, Ada Bekas Penganiayaan dan Kening Tersulut Rokok
(Facebook YuniRusmini)
Temuan Jasad Siswa SUPM Ladong Aceh Besar 

Kondisi jenazah Raihan memperlihatkan tanda-tanda penganiayaan berat.

Di bagian wajah terlihat menghitam seperti hantaman benda tumpul (dibenturkan) dan juga bekas seperti disulut rokok di bagian kening.

5. Spekulasi Penyebab Korban Tewas

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH menuturkan ada dugaan mayat merupakan korban pembunuhan.

“Besar dugaan korban sempat mengalami penganiayaan berat sebelum meninggal dunia. Di tubuh korban ditemukan sejumlah tanda-tanda kekerasan," ujar Kombes Trisno saat dihubungi Serambinews pada Jumat (1/3/2019) malam.

Bahkan juga ada spekulasi Raihan dihabisi oleh seniornya.

Namun hal itu belum hanya spekulsi belum ditemukan buktinya.

Trisno mengatakan kasus dugaan pembunuhan tersebut masih dalam penyelidikan dan pendalaman oleh personel Satuan Reskrim Polresta dan Polsek Krueng Raya, Aceh Besar.

"Nanti dari hasil visumnya baru kita ketahui pasti korban mengalami kekerasan di bagian mana saja."

Ia berharap kasus ini segera terungkap, mengingat terjadinya di belakang asrama sekolah kejuruan bidang perikanan itu.

S
Kronologi Temuan Mayat Siswa di Belakang Asrama, Jumat (1/3/2019). Begini kondisinya. (Facebook YuniRusmini)

6. Humas SUPM Angkat Bicara

Humas SUPM Negeri Ladong, Harun SPi MSi yang dihubungi Serambi, menyebutkan pihaknya sangat terpukul dengan peristiwa pembunuhan yang menimpa salah satu siswa mereka.

Dia juga mengatakan sampai detik ini belum mengetahui kasus yang berujung menghilangkan nyawa salah seorang siswanya itu.

“Kami sangat berduka dan merasa terpukul dengan kejadian ini. Kami menaruh harapan besar kasus ini segera terungkap dan kami mempercayakan sepenuhnya kepada aparat kepolisian,” ujarnya.

Harun yang dihubungi Sabtu (2/3) sore kemarin, juga mengatakan dirinya sedang bersama orang tua korban yang baru tiba dari Sumatera Utara (Sumut) dan berada di Polresta Banda Aceh untuk mengurus kepulangan jenazah Raihan Alsyahri, yang disemayamkan di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

“Kami belum bisa berkomentar banyak. Polisi juga saat ini sedang bekerja dan tengah berupaya mengungkap kasus ini,” pungkas Harun.

Polisi masih terus bekerja untuk mengungkap motif maupun pelaku penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Raihan Alsyahri (16), siswa kelas I Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.

Ketika ditemukan tak bernyawa pada Jumat (1/3) siang, jenazah Raihan Alsyahri dalam keadaan masih mengenakan celana sekolah warna biru.

Jasadnya tergeletak di perbukitan pada jarak sekitar 300 meter dari belakang pekarangan asrama sekolah tersebut.

7. Polisi Periksa sejumlah saksi

Penyebab kematian Raihan Alsyahri (16), siswa kelas I Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, masih misteri. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungakap pelaku dan motif kasus tersebut.

Hingga Sabtu kemarin, penyebab kematian Raihan masih misteri. Personel Polresta Banda Aceh, sejauh ini juga masih mendalami keterangan dari para saksi, baik itu rekan-rekan korban di SUPM Ladong, pihak sekolah serta orang tua korban yang telah tiba di Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kasat Reskrim AKP M Taufiq SIK yang ditanyai Serambi, Sabtu (2/3) siang, belum bisa berkomentar banyak.

“Baru pemeriksaan saksi, mulai dari saksi yang pertama kali menemukan, teman-teman korban di sekolah sampai pihak sekolah. Sejauh ini masih dalam penyelidikan,” kata AKP Taufiq.

Begitu juga untuk penyebab kematian korban, lanjut Kasat Reskrim Polresta ini, belum dapat disimpulkan, karena pihaknya masih menunggu hasil visum. “Kami masih berupaya keras agar kasus ini segera terungkap. Kami mohon doa dan dukungan semua pihak,” pungkas AKP Taufiq.

Baca: Usai Dikemo, Pasien Tumor Asal Simeulue Sempat tak Stabil

Baca: Kronologi Kecelakaan Bupati Demak, Ajudan yang Meninggal Sudah Pesan Baju Pengantin

Baca: Diduga Tewas Ditembak Oknum Brimob, Keluarga Bawa Jenazah Korban ke Mapolres Manokwari Papua Barat

Penulis: faisal
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved