MPU Aceh Minta Semua Pihak tidak Bicara Politik Praktis di Dalam Masjid

Jelang Pemilu 2019, banyak pihak yang melakukan berbagai manuver untuk mengampanyekan masing-masing calon yang didukung.

MPU Aceh Minta Semua Pihak tidak Bicara Politik Praktis di Dalam Masjid
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DHANI
Ketua MPU Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim. 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Jelang Pemilu 2019, banyak pihak yang melakukan berbagai manuver untuk mengampanyekan masing-masing calon yang didukung.

Bahkan, informasi yang diterima Serambinews.com, kadang-kadang, masjid juga menjadi salah satu tempat bagi pihak-pihak tertentu untuk menyampaikan kepentingan politik 2019.

Oleh sebab itu, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengimbau para penceramah, khatib Jumat, teungku-teungku di Aceh agar tidak membicarakan persoalan politik praktis di dalam masjid.

Selain itu, isu yang belum tentu kebenarannya, juga tidak disampaikan dalam setiap majelis-majelis di dalam masjid.

Baca: Agar Umat Muslim Bisa Shalat Jumat dengan Aman, Geng Jalanan Selandia Baru Berjaga di Luar Masjid

Baca: MPU Aceh Setuju Tes Narkoba Bagi Calon Pengantin, Tapi Sebaiknya Pemerintah Mengatur Gratis

Baca: Sebanyak 43 Auditor Halal MPU Aceh Dilatih, Berikut Tugas-tugasnya

Baca: MPU Aceh: Hoaks Haram

MPU tak menampik, selama ini jelang Pemilu 2019, pihaknya menerima laporan adanya penceramah atau khatib yang bernarasi politik dalam penyampaian khutbah ataupun dalam majelis-majelis lain yang digelar di dalam masjid.

“Ya ada juga informasi-informasi demikian, tapi tidak terlalu terarah, misalnya kita menerima informasi di masjid fulan. Ya kita tidak tahu juga, mungkin kadang-kadang ada pengaruh lain,” kata Ketua MPU Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim.

Tgk Muslim Ibrahim juga mengatakan, sebenarnya di Aceh, mayoritas penduduknya tahu bahwa masjid bukanlah tempat untuk membicarakan persoalan kepentingan politik, apalagi dalam momentum jelang Pemilu 2019.

“Di Aceh tak perlu diimbau, karena orang Aceh kuat berpegang dalam kitab-kitab kuning. Dalam kitab kuning (disebutkan) masalah politik praktis tidak boleh dibahas di dalam masjid apalagi dalam khutbah jumat, di balai-balai boleh lah, tapi kalau di masjid itu ada pantang sendiri,” pungkas Tgk Muslim Ibrahim. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved