KIP Mengeluh Jelang Pemilu

Menjelang satu hari lagi pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh

KIP Mengeluh Jelang Pemilu
SERAMBI/M ANSHAR
PETUGAS Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh memasukkan surat suara ke dalam kotak suara di Hall Serbaguna Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh, Senin (15/4). Sebanyak 3.078 kotak suara tersebut akan didistribusikan ke sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh. 

Sejumlah KIP kabupaten/kota yang selama ini diambil alih oleh KIP Aceh adalah KIP Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Nagan Raya, Aceh Tengah, Aceh Timur, Nagan Raya, dan Simeulue.

Samsul juga mengatakan, seyogianya Pemerintah Aceh memang berkewajiban membantu KIP Aceh, misalnya menyuntik dana untuk mendukung penyelenggaraan Pemilu 2019 di Aceh. Hal itu juga termaktub di dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 bahwa pemerintah daerah berkewajiban membantu penyelenggara pemilu.

Menurutnya, Pemerintah Aceh memang wajib membantu KIP Aceh dalam pembiayaan Pemilu 2019, pasalnya partai politik peserta pemilu di Aceh lebih banyak dibandingkan dengan provinsi lain. Di provinisi lain partai politik berjumlah 16, sementara di Aceh ditambah dengan empat partai lokal, jadinya 20 partai politik.

“Dari sisi jumlah parpol saja, KIP sudah patut dibantu oleh Pemerintah Aceh. Di provinsi lain, pemerintah daerahnya semua menganggarkan dana untuk KPU mereka,” ujar Samsul.

Lucunya lagi, kata Samsul, di sejumlah kabupaten/kota di Aceh, pemerintah daerah menganggarkan dana untuk KIP seperti di Simeulue dan Banda Aceh. Bahkan di Kota Lhokseumawe, pemerintahnya menyumbang lima unit mobil untuk keperluan mobilitas para komisionernya. “Ketuanya naik Fortune. Cuma provinsi yang masih menggunakan mobil tahun 2006. Kalau kami ke Takengon, dua kali rusak mobilnya,” pungkas Samsul.

Meski mengaku belum ada bantuan anggaran dari Pemerintah Aceh, namun Samsul optimis pelaksanaan Pemilu 2019 di Aceh akan berlangsung lancar. Atas kondisi tersebut, pihaknya mengaku telah meminta KPU untuk memberi perhatian lebih kepada KIP Aceh. “Kami sudah meminta KPU RI untuk memperhatikan KIP Aceh. Kalau KPU tidak berikan juga, mungkin KIP Aceh gagal dalam pelaksanaan pemilu,” pungkasnya mengisyaratkan pesimisme. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved