Manajemen PT Mifa Minta Maaf Karena Pernyataannya di Media Merugikan Dayah Sufi Muda
Pihak Dayah Sufi Muda memprotes pihak PT Mifa, karena pernyataan seakan-akan PT Mifa telah banyak mengalirkan bantuan ke dayah tersebut.
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Sa’dul Bahri | Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Manjemen PT Mifa Bersaudara mengungkapkan permohonan maaf kepada Pimpinan Dayah Sufi Muda terkait penyataannya di media Harian Serambi Indonesia edisi Selasa (23/4/2019) yang berjudul “Massa Gunong Reubo Blokir Jalan PT Mifa”.
Pihak Dayah Sufi Muda memprotes pihak PT Mifa, karena menilai bahwa pernyataan pihak perusahaan itu di media, seakan PT Mifa telah banyak mengalirkan bantuan ke dayah tersebut.
Padahal yang dilakukan hanya penanganan jalan umum, dan meratakan sebagian tanah di halaman dayah yang juga sempat diungkit oleh pihak perusahaan di berita itu.
“Kami atas nama PT Mifa mengklarifikasi dan memohon maaf atas pemberitaan yang sudah merugikan Dayah Sufi Muda,” kata Azizon Nurza, CSR dan Corcomm Manager PT Mifa Bersaudara kepada Serambinews.com, Selasa (23/4/2019).
"Terkait dengan permasalahan yang terjadi, sudah disepakati akan ada perundingan dengan Sufi Muda di pelabuhan PT Mifa, Rabu (24/4/2019) besok sekitar pukul 08.00 WIB di Kantor Pelabuhan PT Mifa," tambahnya.
Berita yang diklarifikasi yaitu terkait pernyataan Senior Manager Technical Service Engineering PT Mifa Bersaudara, Hadi Firmansah didampingi Wakil Kepala Teknik Tambang, Fajar Harya Susilo dan CSR & Corcomm Manager, Azizon Nurza, terkait pemblokiran jalan oleh warga.
Dalam berita itu dikatakan, bahwa atas permintaan santri Pesantren Dayah Sufi Muda yang ingin menggunakan akses jalan khusus Hauling Tambang Batu Bara PT Mifa Bersaudara untuk menuju Dayah Sufi Muda, pihak Manajemen PT Mifa telah melaksanakan komitmen sesuai kesepakatan bersama pengurus dan Pimpinan Dayah pada hari Kamis (7/2/2019) lalu.
Disebutkan, dimana pimpinan dan pengurus Dayah Sufi Muda menyetujui penutupan dan membuat tanggul dari akses menuju ke dayah tersebut melalui jalan khusus hauling, setelah jembatan atau gorong-gorong di Gampong Gunung Reubo selesai dibangun oleh perusahaan.
Sehingga dilarangnya masyarakat umum melintasi jalan khusus Hauling PT Mifa karena memiliki resiko besar terhadap keselamatan.
Lebih lanjut, disebutkan, bahwa sebelum menandatangani kesepakatan terlebih dahulu sudah dilaksanakan pertemuan pada hari Rabu 19 Desembe 2018 lalu.
Pertemuan itu dihadiri Pimpinan Dayah Sufi Muda Tgk Abu Chik Zahid didampingi Tgk Salman Saf, dan Ulem Armia selaku pengurus dayah yang menyetujui setelah dibangunnya jembatan atau gorong-gorong di desa Gunong Reubo Akses Menuju Dayah Sufi Muda.
Maka PT Mifa Bersaudara dipersilahkan menutup dan membuat tanggul dari akses atau jalan masuk menuju Dayah Sufi Muda melalui jalan khusus hauling.
“Kami telah melaksanakan semua kesepakatan bersama pimpinan Dayah Sufi Muda dan Pengurus dengan membangun Jembatan di Desa Gunong Reubo juga membantu meratakan tanah halaman dayah dan telah diserah terimakan bantuan pada tanggal 11 April 2019. Sehingga para santri dan masyarakat yang ingin menuju Dayah Sufi Muda dapat melintasi akses tersebut,”kata Hadi saat itu.
Lebih lanjut, Hadi juga mengungkapkan bahwa saat pembuatan tanggul untuk penutupan akses lintasan di jalan Hauling milik perusahaan, juga dikawal langsung oleh pihak Dayah Sufi Muda dan beberapa staf dari perusahaan untuk memastikan semua kesepakatan yang sudah ditandatangani sebelumnya.
Baca: Massa dari Gunong Reubo Blokir Jalan PT Mifa, Aktifitas Pengangkutan Batu Bara Terhenti
Baca: YARA Anugerahkan Penghargaan Kepada PT Mifa Selaku Perusahaan Aktif Melaksanakan CSR di Aceh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/demoptmifanaganraya.jpg)