Breaking News:

Luar Negeri

Abaikan Seruan PBB, Mantan Jenderal Era Muammar Gaddafi Perintahkan Pasukan Serang Tripoli

Haftar merupakan seorang mantan jenderal di bawah era Muammar Gaddafi dulu

Editor: Muhammad Hadi
(AFP/Abdullah Doma)
Jenderal Khalifa Haftar. Komandan yang memimpin Tentara Nasional Libya (LNA) yang berbasis di Tobruk. 

Sebelumnya, Misi PBB di Libya (UNSMIL) dalam sebuah pernyataan telah meminta agar dilakukannya gencatan senjata kemanusiaan yang dimulai pada Senin (6/5/2019) pagi pada pukul 04.00 yang bertepatan dengan awal Ramadhan tahun ini.

"UNSMIL menyerukan kepada semua pihak yang bertikai untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan dan untuk memastikan kebebasan bergerak bagi warga sipil selama gencatan senjata ini," kata UNSMIL dalam pernyataannya, seperti dikutip Middle East Monitor.

Seperti diketahui, jelang memasuki bulan Ramadhan, tembakan artileri masih dapat terdengar pada Minggu (5/5/2019) dari kawasan di pinggiran ibu kota, di mana LNA berupaya menembus pertahanan pasukan GNA di Tripoli.

Baca: Senggol Polisi Hingga Jatuh, Lalu Rampas Ponsel dan Uang, Begini Nasib Perampok

Pasukan LNA yang dipimpin Haftar, seorang mantan jenderal di bawah Gaddafi, telah merebut kawasan selatan negara yang berpenduduk sedikit namun kaya akan minyak pada awal tahun ini.

Pasukan tersebut lantas memulai serangan ke Tripoli pada awal bulan lalu.

Konflik yang kembali terjadi di Libya itu telah mengancam mengganggu pasokan minyak, meningkatkan arus migrasi melintasi Mediterania menuju Eropa, dan mengacaukan rencana PBB untuk mengakhiri perselisihan antara pemerintahan timur dan barat Libya.

Baca: Di Kemukiman Blang Blahdeh Bireuen, Hari Ini Masih Buka Warung Kopi

Ratusan Triliunan Rupiah Untuk Danai Pasukannya

Jenderal Libya, Khalifa Haftar disebut telah berutang hingga 25 miliar dolar AS atau lebih dari Ro 354 triliun, untuk mendanai pasukannya.

Sejumlah besar utang tersebut diperoleh Haftar dalam bentuk obligasi tak resmi, serta uang tunai dan deposito yang dicetak Rusia dari bank-bank timur.

Demikian menurut Reuters dikutip Middle East Monitor.

Baca: Melalui Rukyatul Hilal Awal Ramadhan, Kemenag Ajarkan Ilmu Falak Kepada Masyarakat

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved