Breaking News:

Tata Cara Berbuka Puasa Rasulullah Saw, Ini Lafadz Doa Berbuka Puasa dan Jadwal Berbagai Kota

Semoga Allah ta'ala senantiasa memberi kekuatan kepada kita untuk menjalankan puasa dan amalan ibadah lainnya di bulan Ramadhan

Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Shalat tarawih di Masjid Raya Baiturrahman 1440 Hijriah 

Tata Cara Berbuka Puasa Rasulullah Saw, Ini Lafadz Doa Berbuka Puasa dan Jadwal Berbagai Kota

SERAMBINEWS.COM - Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc membeberkan urutan tata cara berbuka puasa seperti yang dituntunkan oleh Rasulullah Saw.

1. Siapkan air putih atau kurma.

Minimal kurma 3 biji atau lebih tapi disunnahkan ganjil jumlahnya.

2. Tunggu suara adzan magrib dan pastikan itu benar ada adzan maghrib.

3. Jika telah mendengar adzan maka bacalah "bismillah" kemudian makan kurma tadi baru anda minum air yang anda sukai.

Tapi jika tidak ada kurma maka hendaknya minum air putih dulu.

4. Setelah makan kurma dan minum air putih maka ucapkan doa berikut:

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

"Dzahabaz zhomaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah"

"Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah.” [HR Abu Daud no 2357, Ad Daruquthni no 2/401]

Setelah itu jika anda ingin doa dengan doa-doa yang lain maka silahkan dan perbanyaklah. Dan selamat menikmati hidangan buka puasa.

5. Jangan lupa bahwa anda ada kewajiban sholat maghrib. Jadi jangan sampai terlambat untuk kaum pria untuk berjama'ah dimasjid.

Semoga Allah ta'ala senantiasa memberi kekuatan kepada kita untuk menjalankan puasa dan amalan ibadah lainnya di bulan Ramadhan.

Baca: Setan Dibelenggu Saat Ramadan, Kenapa Maksiat Masih Terjadi? Ulama Ini Singgung Cara Kerja Toke Sabu

Benarkah Tidak Boleh Shalat Maghrib Sebelum Berbuka Puasa?

Ustadz Ammi Nur Baits, Dewan Pembina Konsultasisyariah.com memberikan penjelasannya. Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada shalat ketika makanan telah dihidangkan, begitu pula tidak ada shalat bagi yang menahan ingin kencing atau buang air besar.” (HR. Muslim 560).

Dalam hadis lain, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Apabila kalian sudah menghadap ke makanan, maka jangan buru-buru shalat hingga menyelesaikan hajatnya (makannnya), meskipun iqamah shalat sudah dikumandangkan. (HR. Bukhari 674)

Kemudian, dalam hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu disebutkan,

“Jika makan malam telah tersajikan, maka dahulukan makan malam terlebih dahulu sebelum shalat Maghrib. Dan tak perlu tergesa-gesa dengan menyantap makan malam kalian.” (HR. Bukhari 673 dan Muslim 557).

Baca: Dimulai dari Masjid Keuchik Leumik, Dakwah Daiyah Ramadhan Sambangi Sejumlah Gampong Selama 20 Hari

Sahabat Abu Darda radhiyallahu ‘anhu mengatakan, "Ciri orang yang pandai masalah agama, dia lebih mendahulukan kebutuhan pribadinya, sehingga dia bisa mengerjakan shalat dalam keadaan hatinya tidak memikirkan yang lain." (Bukhari secara Muallaq, 671).

Nafi – murid sekaligus menantunya Ibnu Umar – menceritakan, "Suatu ketika dihidangkan makanan kepada Ibnu Umar, sementara iqamah sudah dikumandangkan. Namun beliau tidak datang ke masjid, hingga menyelesaikan makannya. Dan ketika makan, beliau mendengar bacaan imam." (Bukhari secara Muallaq, 673).

Islam menghargai adanya syahwat dalam diri manusia. Karena itu, kita tidak diminta untuk mematikan syahwat dalam diri kita, disamping hal itu tidak mungkin dilakukan. Yang diperintahkan adalah mengendalikan syahwat itu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita untuk konsentrasi ketika ibadah. Sehingga, ketika terjadi tabrakan antara kebutuhan jiwa dengan ibadah di waktu bersamaan, beliau mengajarkan agar kebutuhan jiwa yang mubah, agar didahulukan dari pada ibadah. Agar dia bisa konsentrasi dalam beribadah.

Baca: Cara Mudah Mengkhatam Alquran di Bulan Ramadhan 1440 H, Ini 7 Keutamaan Baca Al-Quran Bulan Puasa

Apa makna ”tidak ada shalat” dalam hadis?

Ulama berbeda pendapat,

Pendapat pertama, shalatnya tidak sah. Sehingga ketika ada orang yang shalat sambil menahan ingin buang hajat atau menahan keinginan untuk menyantap makanan yang telah dihidangkan, maka shalatnya batal. Ini merupakan pendapat Syaikhul Islam dan ulama madzhab dzahiriyah.

Pendapat kedua, shalatnya tetap sah, namun makruh dan pahalanya tidak sempurna.

Sehingga makna ‘Tidak ada shalat’ adalah tidak sempurna shalat seseorang. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama (Taisir al-Allam, Syarh Umdah al-Ahkam, 1/96).

Syarat dan ketentuan

Jika makanan sedang dihidangkan ketika waktu shalat, apakah seseorang harus segera makan?

Sebagian ulama memberikan persyaratan,

Ada keinginan untuk makan. Jika tidak ada keinginan, karena tidak nafsu atau sudah kenyang atau sebab lainnya, dia tidak harus makan

Waktu shalat masih longgar jika mendahulukan makan. Jika waktunya sempit, tidak memungkinkan jika makan dulu, maka dia harus mendahulukan shalat.

Memungkinkan untuk makan. Jika tidak memungkinkan, maka dia harus mendahulukan shalat. Contoh tidak memungkinkan: makanan dihidangkan di warung, sementara dia tidak memiliki uang untuk membelinya. Atau dia sedang puasa, sementara makanan dihidangkan di waktu asar.

Berdasarkan keterangan di atas, orang yang sedang berbuka puasa, dan di hadapannya ada makanan menarik baginya, maka hendaknya dia dahulukan makan sebelum shalat.

Baca: Hukum Gosok Gigi Saat Puasa Ramadhan, Ini Penjelasan Ulama Aceh

Lafadz Doa dan jadwal buka puasa

Mulai Senin 6 Mei 2019 ini, umat islam menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1440 H. Nah, momen berbuka puasa hari pertama Ramadhan 2019 jangan terlewat.

Untuk mengingatkan, jadwal berbuka puasa Ramadhan 1440 H perlu diingat. Ini disajikan untuk kota besar seperti DKI Jakarta, Surabaya, Bandung hingga Makassar.

Pemerintahan melalui Kementrian Agama mengumumkan awal Ramadhan 1440 H jatuh pada hari ini.

Hal ini karena melihat keputusan dari hasil sidang isbat yang sudah terlihat sejak kemarin sore.

Selain niat puasa dan jawdal imsyak yang biasanya dicari, ini dia doa buka puasa dan waktu maghrib di masing-masing kota.

Setelah seharian menahan hawa nasfu makan dan minum, jangan lupa berdoa sebelum berbuka puasa.

Doa Berbuka Puasa

Berikut lafadz doa berbuka puasa :

َللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

ALLAAHUMMA LAKASUMTU WABIKA AAMANTU WA'ALAA RIZQIKA AFTHORTU BIROHMATIKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN

Artinya : Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-MU, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.

Baca: Jam Berapa Batas Sahur, Imsak Atau Azan Subuh? Begini Penjelasan Ulama Aceh

Jadwal Buka Puasa Ramadhan 2019, Senin (6/5/2019)

Jakarta Pusat

Maghrib : 17.48
Isya : 18.59

Semarang

Maghrib : 17.32
Isya : 18.44

Bandung

Maghrib : 17.44
Isya : 18.56

Surabaya

Maghrib : 17.23
Isya : 18.35

Yogyakarta

Maghrib : 17.31
Isya : 18.43

Medan

Maghrib : 18.32
Isya : 19.44

Makassar

Maghrib : 17.58
Isya : 19.10

Palembang

Maghrib : 18.00
Isya : 19.11

Jadi jangan hanya memuaskan nafsu makan dan minum setelah seharian menahannya ya.

Jangan lupa dengan melanjutkan ibadah salat isya dan tarawih!

Baca: Ramadhan Tiba, Jangan Terkejut, Tapi Persiapkan Diri Secara Matang

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul: Jadwal Buka Puasa Ramadhan 1440 H Hari Ke-1, Senin (6/5) Jakarta, Surabaya, Bandung & Kota Lainnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved