Awal Panen di Abdya, Harga Gabah Rp 4.700 sampai Rp 4.800 Per Kg
Harga Gabah Kering Panen (GKP) memasuki awal panen tanaman padi Musim Tanam (MT) Gadu 2019 di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya),
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Yusmadi
Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Harga Gabah Kering Panen (GKP) memasuki awal panen tanaman padi Musim Tanam (MT) Gadu 2019 di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), di tingkat petani berkisar antara Rp 4.700 sampai Rp 4.800 per kilogram (kg).
Tingkat harga tersebut menurut para petani kurang menggembirakan dibandingkan tingkat harga gabah awal panen MT Rendengan 2018 lalu pada kisaran harga Rp 5.500 sampai Rp 5.600 per kg.
“Gabah hasil panen, saya jual tiga hari lalu ditampung pedagang Rp 4.700 per kg,” kata Karim, petani Desa Pawoh, Kecamatan Susoh kepada Serambinews.com, Rabu (8/5/2019).
Sementara petani Blang Cot Seutui, Desa Keude Siblah, Blangpidie mengaku menjual gabah yang baru dipanen Rp 4.800 per kg.
Petani khawatir, harga gabah akan menurun ketika memasuki panen raya (puncak panen) yang jatuh pada pekan ketiga bulan Ramadhan atau pekan terakhir bulan Mei ini.
Perkiraan harga gabah menurun memasuki panen raya, selain disebabkan melimpah stok gabah di tingkat petani, dan lebaran yang semakin dekat sehingga ada pedagang melakukan spekulasi harga.
“Ada pedagang menurunkan harga beli gabah dan volume pembelian dikurangi ketika petani terdesak memenuhi kebutuhan lebaran,” kata salah seorang petani di Desa Kuta Bahagia (Paya), Blangpidie.
Faktor lain harga gabah akan menurun disebabkan tanaman padi di beberapa kabupaten lain juga segera memasuki panen, seperti Kabupaten Aceh Selatan, tetangga Kabupaten Abdya.
Menurut keterangan, Kabupaten Pidie juga telah melaksanakan panen.
Panen padi di beberapa daerah di Aceh sehingga berkurang jumlah pedagang luar daerah yang menampung gabah produksi Abdya.
Padahal, harga gabah di Abdya membaik setelah turun pedagang luar membeli gabah produksi setempat dalam jumlah besar.
Karenanya, petani mengharapkan Pemerintah, terutama Perum Bulog turun tangan menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani bila terjadi penurunan harga beli.
Harapan tersebut dikarenakan Perum Bulog Sub Divre Blangpidie belum pernah menampung gabah dari petani, kecuali beras lokal yang ditampung melalui pengusaha kilang padi yang menjadi mirta kerja Perum Bulog setempat.
Seperti diberitakan, areal tanam padi MT Gabu 2019 di Kabupaten Abdya dengan luas tanam mencapai 10.267 hektare (ha) tersebar di sembilan kecamatan, sejak Babahrot sampai Lembah Sabil, mulai memasuki awal panen sejak sepekan terakhir.
Panen raya diperkirakan jatuh pada pekan ketiga Mai ini sampai awal Juni mendatang
Kegiatan panen di Abdya pada MT Gadu kali ini tidak serentak.
Baca: Gabah Melimpah Namun Beras Terbatas
Baca: Masuki Masa Panen, Harga Gabah Turun, Petani Pidie Menjerit
Baca: Aceh Besar Miliki 8 Unit Mesin Pengering Gabah
Baca: Di Abdya, Harga Telur Ayam dan Cabai Merah Masih Tinggi
Petani di beberapa lokasi mulai memanen padi sejak beberapa hari akhir April, sedangkan di lokasi lain baru memasuki masa panen awal Mei dan sebagian tempat lainnya diperkirakan baru memasuki kegiatan panen pada pekan ketiga Mei dan awal Juni mendatang.
Pantauan Serambinews.com, areal tanaman padi yang mulai dipanen sejumlah petani di areal blang beuah, Gampong Pawoh, Kecamatan Susoh, dan Gampong Kuta Bahagia (Paya), Geulumpang Payong, dan Mata Ie, Kecamatan Blangpidie.
Kegiatan panen juga mulai dilaksanakan beberapa petani Desa Ie Lhop dan sekitarnya, Kecamatan Tangan-Tangan. Tanaman padi di Desa Tangan-Tangan Cut sekitarnya.
Di Kecamatan Kuala Batee dan Jeumpa juga sudah panen di sejumlah desa.
Tanaman padi MT Gadu 2019 yang masih lama memasuki masa panen atau sekitar awal Juni mendatang adalah di Kecamatan Manggeng, Lembah Sabil dan Babahrot. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mesin-potong-padi-di-abdya2.jpg)