Tak Mempan Disantet, Istri dan Selingkuhan Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Suami

Salman (42) warga jalan Batin Bertuah Kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau, Riau ditemukan tewas dibunuh didalam kamarnya.

Tak Mempan Disantet, Istri dan Selingkuhan Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Suami
Kolase Tribun Video
Rifna (31) bayar orang Rp 10 juta untuk membunuh Suaminya Salman (42) 

Pembunuhan terhadap Salman (42) warga Pematang Pudu kecamatan Mandau ternyata bukan tanpa alasan. Dugaan pembunuhan terhadap korban dilakukan oleh istrinya sendiri dikarena peselingkuhan.

Istri korban mengeluh kepada selingkuhanya diketahui berinisial AN sering diperlakukan kasar oleh Suaminya.

"Istri korban ini selingkuh kemudian mengadu kepada selingkuhannya sering diperlakukan kasar oleh suaminya, dan meminta mencarikan dukun untuk menyantet korban," terang Kapolres Bengkalis AKBP Yusuf Rahmanto.

Kemudian Rifna dikenalkan oleh Selingkuhanya kepada Honas yang merupakan karyawan sebuah perusahaan di Duri.

Saat bertemu dengan Honas yang mengaku dukun ini Rifna ditemani rekannya Avwita.

"Saat bertemu Honas memberikan remasan jeruk purut yang sudah dimantra. Agar diberikan kepada suaminya agar terkena santet," Kapolres.

Namun setelah dua hari anjuran Honas tidak berefek terhadap suami Rifna.

Kemudian Rifna kembali mendatangi Honas mempertanyakan ramuannya tidak berdampak.

"Dia juga meminta agar Honas untuk meminta agar segera membunuh suaminya. Namun awalnya Honas menolak melakunya," terangnya.

Namun setelah dibicarakan mereka berdua akhirnya Honas mau melakukan pembunuhan dan meminta upah sebesar Rp 25 juta.

Rifna pun menawarnya dengan bayaran Rp 10 juta hingga keduanya pun sepakat.

Namun, pemayaran kepada pelaku tidak dilakukan secara kontan melainkan dengan cara dicicil.

"Rifna meminta kurang menjadi sepuluh juta dengan pembayaran secara dicicil bayaran awal Rp 3 juta. Sisanya akan di bayarkan apabila BPJS kematian suaminya sudah keluar," jelas Kapolres.

Uang 3 juta tersebut dibayarkan Rifna hasil penjualan emas yg dilaporkan hilang saat pembunuhan Salman.

Polisi pun akhirnya meringkus Honas ditempat kerjaannya.

"Pelaku sempat melakukan perlawanan dan terpaksa dilumpuhkan petugas," kata Kapolres.

Setelah berhasil dilumpuhkan pelaku mengakui telah melakukan pembunuhan tersebut.

Pelaku melakukan perbuatannya karena dijanjikan mendapat imbalan setelah membunuh suami korban.

Dari Honas ini sejumlah alat bukti yang digunakan untuk membunuh korban ditemukan.

Di antaranya berupa satu buah batu gilingan cabe sebagai alat untuk memukul kepala korban, serta sebilah pisau dapur milik tersangka.

"Barang bukti yang diamankan yakni bantal sebagai alat untuk menutupi wajah korban agar tidak bersuara," pungkasnya.

Simak video ini: 

Baca: Pleno KIP Aceh Besar Deadlock, Ketua Putuskan Bawa Hasil ke KPU 

Baca: Polisi dan TNI Bagikan Takjil, Syukuran Pemilu Damai di Aceh Barat

Baca: Suami Bacok Istrinya hingga Nyaris Tewas, Cemburu Sang Istri Ngobrol dengan Mantan Pacar

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Suami Tewas Dibunuh Setelah Tak Mempan Disantet, Istri Bayar Upah Pembunuh Bayaran dengan Dicicil

Editor: faisal
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved