Idul Fitri 1440 H
Waktu Indonesia Lebih Cepat 4 Jam, Mengapa Arab Saudi Hari Raya Lebih Awal? Begini Penjelasah Ahli
Waktu Indonesia lebih cepat, tapi kenapa justru Arab Saudi duluan merayakan Idul Fitri, sementara Indonesia harus menunggu besoknya?
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
Masalahnya, tulis Pak AM yang berlatar belakang pendidikan Teknik Nuklir Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini, ketinggian hilal yang hanya berusia 19 menit itu sangat tipis di atas horizon khususnya bagi pengamat yang ada di Indonesia bagian barat.
Baca: Bolehkah Salat Idul Fitri Sendirian? Berikut Pendapat Ahli Fikih
Baca: Kumpulan Kata-kata Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya
Ketika dirukyat saat Magrib, dengan peralatan secanggih apa pun, hilal pasti tidak kelihatan dari permukaan bumi wilayah Indonesia Barat.
Karena, akan tersilaukan oleh cahaya matahari yang sangat berimpit dengan bulan.
Bukan hanya bagi perukyat, bagi pelaku hisab hakiki pun ketinggian hilal yang berusia hanya 19 menit itu, juga tidak wujud ketika dilihat dari wilayah Indonesia bagian tengah.
Apalagi, dari Indonesia bagian timur. Karena, tertutup oleh lengkungan bumi.
Semakin ke timur, posisi hilal semakin jauh di bawah horizon.
Itulah sebabnya, meskipun di wilayah Indonesia barat posisi hilal sudah wujud di atas horizon, tetapi karena sedemikian tipisnya, sehingga tidak wujud di WITA dan WIT, maka Muhammadiyah pun memutuskan menggenapkan puasa Ramadhan 1440 H menjadi 30 hari.
Baca selengkapnya penjelasan Agus Mustofa dengan mengklik link di bawah ini.
Baca: Ramadhan ‘Habis’ Senin Sore 3 Juni, Lalu Kenapa Lebaran 5 Juni?
Penjelasan Ustadz Ammi Nur Baits
Penjelasan lain tentang perbedaan atau duluannya Arab Saudi dan negara Teluk merayakan Idul Fitri 1440 H ini juga disampaikan oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com).
“Ada yang bertanya, mengapa Saudi berhari raya lebih dulu, sementara Indonesia yang secara geografis lebih timur justru belakangan,” tulis Ustadz Ammi Nur Baits.
Ia pun memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.
Berikut penjelasannya.
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, berikut penjelasan sederhana yang bisa kami berikan.
Tugas kaum muslimin adalah mencari hilal ketika tanggal 29. Selanjutnya ada 2 pendekatan dalam hal ini:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/proses-gerhana-bulan-total-di-aceh-rabu-310118-malam_20180201_182730.jpg)