Citizen Reporter

Umrah Indah dari Tarim ke Makkah

NABI Muhammad saw bersabda bahwa ibadah umrah dalam bulan Ramadhan pahalanya seperti ibadah haji

Umrah Indah dari Tarim ke Makkah
IST
MUHAMMAD CAESAR MUARIF, Mahasiswa Universitas Al Ahgaff, Tarim, Yaman, asal Aceh Utara, alumnus Ummul Ayman, melaporkan dari Mekkah, Saudi Arabia

OLEH MUHAMMAD CAESAR MUARIF, Mahasiswa Universitas Al Ahgaff, Tarim, Yaman, asal Aceh Utara, alumnus Ummul Ayman, melaporkan dari Mekkah, Saudi Arabia

NABI Muhammad saw bersabda bahwa ibadah umrah dalam bulan Ramadhan pahalanya seperti ibadah haji. Nah, itulah sebabnya mengapa umat muslim pada Ramadhan lalu, seperti juga pada Ramadhan sebelum-sebelumnya, berbondong-bondong melaksanakan ibadah umrah.

Malah banyak pula jamaah umrah yang sekalian merayakan Idulfitri dan tetap bertahan beberapa minggu di Mekkah, seperti yang saya saksikan sekarang ini.

Alhamdulillah, saya diberikan kesempatan oleh Allah memenuhi panggilan-Nya beribadah ke Tanah Suci Mekkah sejak Ramadhan 1440 Hijriah lalu. Yang membuat perjalanan spiritual ini terasa lebih spesial adalah karena saya berangkat ke tanah kelahiran nabi dari “Bumi Para Wali”, yakni Tarim yang dikenal sebagai Negeri Habaib, yakni para cucu keturunan Rasulullah saw.

Letak geografis Yaman memang sangat dekat dengan Saudi Arabia. Yaman adalah tetangga Saudi Arabia. Oleh karena itu, perjalanan bisa dilakukan melalui jalur darat menggunakan bus yang memakan waktu sekitar 18 jam dari Tarim ke Jeddah. Tetapi, karena saya ingin menziarahi makam para nabi yang lain sebelum ke makam Nabi Muhammad saw, maka saya memilih jalur Yaman-Oman-Jeddah.

Sebelum memulai perjalanan, kami terlebih dahulu menziarahi pemakaman Zanbal yang ada Tarim. Di sini dimakamkan banyak sekali para aulia Allah sekaligus cucu keturunan Rasulullah saw. Kami berziarah sembari “meminta izin” dan mengabari bahwa kami akan menziarahi datuk mereka di tanah suci nantinya.

Setelah itu, ekspedisi umrah kami mulai. Dengan menggunakan bus, perjalanan kami memakan waktu sekitar 18 jam menuju Kota Salalah, Oman yang berbatasan dengan Yaman. Di kota ini kami menziarahi makam Nabi Ayub as, yang terletak di sekitar daerah perbukitan kawasan itu. Kemudian, kami juga menziarahi makam Nabi Imran as yang merupakan bapak dari Siti Maryam, ibu dari Nabi Isa as.

Ekspedisi ziarah kami lanjutkan ke makam Shahibul Mirbath, Muhammad bin Ali bin Alawy bin Ubaidillah bin Ahmad bin Isa Al Muhajir. Ia adalah keturunan Rasulullah saw yang berdakwah ke Oman di Mirbath, satu daerah yang masih dekat dengan Salalah.

Setelah selesai menziarahi makam anbia dan salihin di Oman, kami melanjutkan perjalanan ke Kota Jeddah menggunakan pesawat dari Bandara Salalah, Oman, dengan transit di Kota Muscat, Oman selama lebih kurang enam jam. Setelah itu, perjalanan kami lanjutkan menuju Bandara Internasional Jeddah.

Kami tiba di bandara pukul 10 pagi. Kemudian, perjalanan langsung kami lanjutkan ke Madinah, kota Rasulullah dimakamkan.

Jadwal perjalanan ibadah ini kami awali dari Madinah, karena untuk menziarahi Rasulullah saw terlebih dahulu, sekaligus menyampaikan salam kami, keluarga, guru-guru, serta teman-teman kami yang belum bisa hadir ke sini. Akhirnya setelah perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan kami tiba tepat di kehadirat sang Rasul pada subuh keesokan paginya.

Setelah shalat Subuh di Masjid Nabawi, kami langsung menuju ke makam nabi sang Pensyafaat tersebut. Dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata, kami akhirnya berdiri di depan makam beliau, menitip salam, mengabari bahwa kami telah tiba, dan melepas rindu pada sang junjungan alam, Nabi Muhammad saw. Setelah beberapa saat di sana, kami menuju Mekkah untuk menunaikan ibadah umrah. Semoga umrah ini menjadi umrah yang maqbul wa mabrur. Wasalam.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved