KIP Bireuen Belum Bisa Tetapkan Peraih Suara Terbanyak Hasil Pemilu, Ini Sebabnya

Komisi Independen Pemiluhan (KIP) Bireuen belum bisa menetapkan peraih suara terbanyak masing-masing parpol hasil pemilu 17 April lalu, sebabnya..

SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Rapat pleno KIP Bireuen dengan PPK  beberapa waktu lalu di aula KIP Bireuen. 

KIP Bireuen Belum Bisa Tetapkan Peraih Suara Terbanyak Hasil Pemilu, Ini Sebabnya

 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUAN – Komisi Independen Pemiluhan (KIP) Bireuen belum bisa menetapkan peraih suara terbanyak masing-masing parpol hasil pemilu 17 April lalu, sebabnya seluruh gugatan yang diajukan sejumlah parpol ke Mahkamah Konstitusi diterima.

Informasi itu disampaikan komisionir KIP Bireuen yang membidangi teknis, Eddy Safwan SE kepada Serambinews.com, Selasa (2/7/2019)).

Dijelaskan, seandainya tidak ada gugatan KIP Bireuen akan menetapkan peraih suara terbanyak pada Rabu (3/7/2019), namun gugatan yang diajukan Partai Nasdem, PBB dan Berkarya diterima Mahkamah Konstisusi (MK), maka penetapan menunggu keputusan MK.  

“Informasi dari Jakarta, gugatan dari tiga parpol di Bireuen diterima dan akan dilakukan persidangan nantinya,” ujarnya.  

Dijelaskan, ada partai politik yang mengajukan gugatan ke Jakarta, maka harus menunggu keputusan MK terhadap hasil perolehan suara masing-masing parpol dan calon anggota legislatif.

“Penetapan hasil perolehan suara baik untuk DPRK Bireuen maupun DPRA serta DPR RI harus menunggu keputusan MK.

Baca: Direktur Poltas : Tantangan Kita Untuk Atasi Pengangguran

Baca: BREAKING NEWS : Satu Unit TPA di Lamno Terbakar

Baca: DPRK Aceh Besar Apresiasi Predikat WTP ke Tujuh Kali

Adapun partai yang mengajukan gugatan atau menggugat KPU pusat ke MK untuk DPRK Bireuen yaitu daerah pemilihan dua (Dapil II)  Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng dan Jangka yaitu Partai  Nasdem dan PBB.

Kemudian ada gugatan dari Partai Nasdem juga tentang hasil pemilu untuk DPRA dan DPRI dan terakhir Partai Berkarya untuk calon DPR RI Dapil II Aceh.

Dengan adanya gugatan, maka persidangan akan dilakukan di Mahkamah Konstitusi, hasilnya mungkin akan diketahui nanti pada 3-9 Agustus mendatang.

“Setelah proses persidangan akan ada penetapan, setelah turun penetapan dari MK baru dapat dilakukan penetapan,” ujarnya. (*)

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved