Helikopter TNI AD yang Hilang di Papua Ternyata Buatan Rusia, Pencarian Terus Berlanjut
Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, merupakan subvarian pengembangan generasi kelima
"Tim harus jalan memutari gunung untuk bisa naik ke Gunung Aproup, tidak bisa potong jalan, harus pakai alat yang lebih spesifik lagi," tuturnya.
Pencarian yang dilakukan oleh tim udara pun memiliki tantangan yang tidak mudah karena proses perubahan cuaca yang sangat cepat.
Umumnya proses pencarian hanya bisa dilakukan pada pagi hingga siang hari, karena setelah itu kabut sudah turun menutupi daratan.
"Kemarin (Senin) pada proses pencarian pada penerbangan ketiga, Heli Bell terpaksa harus kembali karena tiba-tiba cuaca berubah," ucapnya.
Proses pencarian Helikopter MI-17 milik TNI AD yang hilang kontak di Pegunungan Bintang belum menemukan titik terang.
Sudah ada beberapa titik yang dijadikan titik prioritas pencarian, seperti Gunung Mol dan Gunung Aproup, Distrik Oksop, yang sayangnya belum ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan helikopter tersebut.
Kini proses pencarian telah diperluas hingga ke Distrik Kaureh dan Distrik Airu, Kabupaten Jayapura.
Ayah Kru Heli TNI AD Minta Doa Anaknya Cepat Ditemukan
Komandan Korem ( Danrem) 071/ Wijayakusuma, Kolonel Kav Dani Wardhana meminta keluarga Serda Dita Ilham Primojati (24), salah satu kru helikopter TNI AD yang dilaporkan hilang kontak di Papua untuk berpikir positif.
Hal itu disampaikan Danrem Dani saat mengunjungi keluarga Ilham di Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah bersama Komandan Kodim (Dandim) 0701/Banyumas Letkol Inf Chandra, Selasa (2/7/2019).
"Saya tadi memberikan dukungan moril (kepada keluarga) agar optimis dan selalu berpikiran positif. Keluarga dan menjadi harapan kita semua, dapat ditemukan dalam keadaan selamat," kata Dani.
Dia mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan pencarian helikopter.
"Kami belum bisa memastikan peristiwa itu, namun tadi saya berkesempatan melakukan koordinasi, bahwa kondisi saat ini menurut pantauan udara tidak ada tanda-tanda kecelakaan (helikopter). Mudah-mudahan harapan kita semua helikopter mendarat darurat," ujarnya.
Sementara itu, Subandi, ayah Ilham seusai menerima kunjungan Danrem dan Dandim mengatakan, pihak keluarga terus mendoakan agar anaknya dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
"Kami berharap ditemukan dalam kondisi selamat. Kami mohon doa kepada seluruh masyarakat, keluarga di luar kota juga sudah diminta untuk mendoakan agar segera ditemukan," kata Subandi.