Jurnalisme Warga

Mengintip Ketangguhan Masyarakat Lancang Paru

SUDAH sepuluh bulan saya bertugas di Desa Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay)

Mengintip Ketangguhan Masyarakat Lancang Paru
IST
ASWADI, S.Pd., M.Si., Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe)

Ternyata bukan bencana gempa bumi dan tsunami saja yang pernah dirasakan oleh masyarakat Lancang Paru. Mereka juga pernah merasakan dahsyatnya angin puting beliung pada tahun 2008 dan dampaknya banyak rumah yang rusak dan pohon yang tumbang. Banyak penduduk yang ketakutan dan anak-anak trauma.

Pada April 2019, hujan lebat dan angin kencang melanda Gampong Lancang Paru pada sore hari, masyarakatnya berhamburan ke luar dari rumah dan mencari tempat yang paling aman di satu titik kumpul. Ini pertanda bahwa masyarakat Gampong Lancang Paru sangat trauma dengan angin puting beliung, sehingga mereka berkumpul ramai-ramai di satu tempat ketika itu terjadi.

Di Lancang Paru juga pernah terjadi banjir rob (pasang purnama) pada tahun 2011 setinggi empat meter dari bibir pantai dan terulang selama empat tahun sekali. Banyak sekali kerugian yangdirasakan masyarakat Lancang Paru, yaitu rusaknya lahan pertanian garam, lahan tanaman, tambak ikan dan udang. Masyarakat pun merasa trauma, seakan-akan terjadi lagi gelombang tsunami di gampong ini. Lebih parahnya lagi adalah kejadian pada malam hari saat masyarakat sedang beristirahat.

Di Lancang Paru juga terjadi abrasi pantai, karena batu pemecah ombak hanya sampai di Kecamatan Pante Raja, sedangkan Gampong Lancang Paru adalah perbatasan antara Kecamatan Bandar Baru dan Pante Raja. Apabila hal ini tidak ditanggulangi maka kemungkinan besar beberapa tahun ke depan lahan tanaman dan bangunan rumah penduduk akan menjadi laut.

Inilah penderitaan yang dirasakan masyarakat Lancang Paru, akibat beberapa kejadian bencana yang telah terjadi dan sedang terjadi. Oleh karena itu, Gampong Lancang Paru dapat dikatakan sebagai market atau laboratorium bencana.

Reselient
Pada 27 Agustus 2018, awal mula mengarungi Gampong Lancang Paru, saya berpendapat bahwa orang di pesisir itu sangat ekstrem, cuek, dan terkesan angker. Tapi setelah bertemu dan bergaul dengan warga setempat kesan dan pendapat saya itu justru salah. Masyarakat Gampong Lancang Paru malah sangat ramah, santun, dan sopan.

Salah satu buktinya, saat pertama kami mengunjungi petani garam, orangnya sangat ramah dan murah senyum walaupun di bawah sinar matahari. Mereka tetap luangkan waktu kepada kami untuk berkomunikasi. Saya melihat petani garam yang sudah sepuh membawa sekarung pasir di pundaknya untuk dimasukkan ke dalam jantan. Jantan adalah pabrikasi air asin menjadi air garam yang ditampung di dalam tempat penampungan, kemudian air garam itu diangkut dan dituang ke dalam bejana di jambo untuk dimasak dan menjadi garam yang siap untuk dipasarkan.

Setelah kami mendapat informasi tentang pengalaman masyarakat pada saat gempa bumi 2004, tsunami 2004, dan gempa bumi 2016 kami lanjutkan perjalanan ke rumah kader desa untuk menggali informasi yang lebih mendalam lagi. Banyak sekali informasi yang kami dapatkan tentang kerentanan, ancaman, dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Sehingga ke depan program yang kami bawa ke desa ini betul-betul dapat bermanfaat bagi masyarakatnya.

Kemudian, koordinator lapangan memperkenalkan kami pada kepala desa (keuchik) bahwa kami selama setahun akan selalu mengunjungi desa ini dengan harapan dapat mendampingi masyarakat dengan program keluarga tangguh bencana.

Awal mula yang kami lakukan adalah pelatihan aset rumah tangga. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan beberapa indikator, seperti cara menyisihkan pendapatan masyarakat, berbagi peran dalam rumah tangga, mengutamakan berbelanja keperluan daripada keinginan. Meningkatkan perekonomian masyarakat merupakan salah satu faktor pengurang risiko bencana karena kemiskinan merupakan salah satu elemen kerentanan dalam manajemen bencana.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved