Jurnalisme Warga
IN MEMORIAM Doto Zaini Abdullah dan Pembangunan Masjid UTU
Ada orang yang kepergiannya hanya menjadi bagian dari berita hari ini dan terlupakan esok hari. Namun, ada pula orang-orang yang
Catatan JASMAN J. MA’RUF, Profesor Manajemen FEB USK dan Rektor UTU periode 2014-2022
Ada orang yang kepergiannya hanya menjadi bagian dari berita hari ini dan terlupakan esok hari. Namun, ada pula orang-orang yang kepergiannya justru membuka kembali lembaran-lembaran kenangan yang selama ini tersimpan dalam ingatan. Abu Doto Zaini Abdullah adalah salah satu di antaranya.
Bagi saya, beliau bukan hanya seorang Gubernur Aceh periode 2012–2017. Beliau adalah sosok yang pernah saya kenal dalam berbagai fase kehidupan. Saya pernah bekerja bersama beliau ketika menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, kemudian sebagai Staf Ahli Gubernur saat beliau menjadi atasan langsung saya.
Hubungan itu tetap terjalin ketika saya kemudian dipercaya memimpin Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh sebagai rektor.
Yang paling saya kenang dari Abu Doto bukanlah jabatan yang pernah beliau sandang. Namun, kerendahan hati adalah sesuatu yang melekat pada diri seseorang dan tetap tinggal, bahkan ketika kekuasaan telah lama berlalu.
Abu Doto adalah pribadi yang sederhana. Beliau tidak pernah membangun jarak dengan orang-orang di sekitarnya.
Gurauan menjadi cita-cita
Salah satu kenangan yang paling membekas dalam ingatan saya terjadi pada saat peletakan batu pertama pembangunan pagar kampus UTU. Ketika itu hadir pula Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof Mohamad Nasir.
Sebelum acara dimulai, para undangan diajak melihat miniatur dan rancangan besar pembangunan kampus yang sedang kami cita-citakan.
Di hadapan menteri, Abu Doto, dan para pejabat yang hadir, saya jelaskan berbagai bangunan yang akan didirikan di UTU. Suasana berlangsung formal hingga saya menyampaikan sebuah gurauan.
“Karena gedung-gedung kampus nantinya akan besar, gagah, dan cantik, maka
Pak Gubernur harus berjanji di hadapan Pak Menteri bahwa Pemerintah Aceh akan
membangun masjid yang besar dan cantik juga. Masa rumah Allah lebih kecil daripada
tempat mahasiswa belajar?”
Seketika hadirin tertawa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Jasman.jpg)