Berita Aceh Tengah

Komnas HAM Tanyai Seratusan Saksi Darurat Militer di Aceh, Ini Hasilnya

Pemeriksaan saksi tersebut dilakukan terkait dugaan pelanggaran HAM saat pelaksanaan darurat militer di Aceh pada tahun 2000-2004

Komnas HAM Tanyai Seratusan Saksi Darurat Militer di Aceh, Ini Hasilnya
KOMPAS.com/ MOH NADLIR
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik ketika ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (4/6/2018).(KOMPAS.com/ MOH NADLIR) 

Komnas HAM Tanyai Seratusan Saksi Darurat Militer di Aceh, Ini Hasilnya

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sudah memeriksa seratusan saksi di Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Pemeriksaan saksi tersebut dilakukan terkait dugaan pelanggaran HAM saat pelaksanaan darurat militer di Aceh pada tahun 2000-2004.

Komnas HAM akan bekerja hingga Oktober 2019 dan hingga saat ini, lembaga tersebut sudah menurunkan tim investigasinya sebanyak empat kali.

"Kami melakukan pemeriksaan kasus di Aceh Tengah dan Bener Meriah, ini yang sudah keempat kalinya,” kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, Jumat (26/7/2019), sebagaimana dikutip Serambinews.com dari Kompas.com.

Ahmad Taufan Damanik memang sedang berada di Takengon, memimpin langsung investigasi yang dilakukan timnya. Sejumlah komisioner juga ikut, termasuk beberapa akademisi di Aceh.

Tim akan menggali informasi dari para saksi atau korban berbagai peristiwa pelanggaran HAM saat konflik Aceh pada era operasi militer di daerah tersebut.

Baca: Warga Mengadu ke Komnas HAM

Baca: Warga Nagan dan Aceh Barat Mengadu ke Komnas HAM Aceh, Ini Persoalan yang Dilaporkan

Baca: Mahasiswa Unsyiah Meneliti Persepsi Masyarakat Soal Konflik Aceh, Begini Hasilnya

Investigasi yang berlangsung selama tiga hari itu berlangsung di Gedung Pendari, Takengon, Aceh Tengah, Kamis (25/7).

“Kami bekerja sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000, jika ada pelanggaran HAM berat," kata Ahmad Taufan Damanik.

Undang-Undang yang dimaksud adalah UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia.

Halaman
12
Editor: Yocerizal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved