Jurnalisme Warga

Pesona Mercusuar Pulau Rangit Singkil

Gradasi warna laut yang indah, karang-karang raksasa yang meriah, dan ribuan ikan berenang laksana menari

Pesona Mercusuar Pulau Rangit Singkil
IST
AYU ‘ULYA, Pengurus Bidang SDM Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Aceh dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Banda Aceh, melaporkan dari Singkil

OLEH AYU ‘ULYA, Pengurus Bidang SDM Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Aceh dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Banda Aceh, melaporkan dari Singkil

Gradasi warna laut yang indah, karang-karang raksasa yang meriah, dan ribuan ikan berenang laksana menari di atas permukaan laut menjadi pemandangan menakjubkan selama kami menempuh perjalanan dari Pulau Panjang menuju Pulau Rangit, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil.

Pulau Rangit merupakan salah satu dari 68 pulau yang terhampar di gugus Kepulauan Banyak, Aceh Singkil. Pulau ini terdiri atas dua pulau, yakni Pulau Rangit Besar dan Pulau Rangit Kecil. Letak kedua pulau ini bersandingan satu sama lain.

Jika bertolak dari Pulau Panjang, kita hanya butuh waktu sekitar 15 menit untuk sampai ke Pulau Rangit menggunakan speedboat. Tempat ini cukup mudah dijangkau, terutama selama pergelaran Pulau Banyak Festival Internasional 2019 sejak 21-25 Juli. Untuk memeriahkan event ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil menyediakan feri menuju Pulau Banyak yang biasanya hanya dua kali seminggu, kini jadi setiap hari.

Jika melakukan famtrip (family trip) mengitari Pulau banyak, mata kita tak henti-hentinya dimanja oleh pemandangan antraktif dari ragam biota laut. Pemandangan unik tengah laut ini dapat langsung disaksikan dengan mata telanjang, dari atas kapal, tanpa perlu melalui snorkeling atau scuba diving. Hal itu disebabkan jernihnya air laut di kawasan Pulau Banyak. Serasa menonton ikan-ikan di dalam akuarium raksasa dengan ragam keindahan karang raksasa yang terdapat laut Aceh Singkil ini.

Salah satu pulau yang sempat saya singgahi bersama rombongan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Aceh selama famtrip adalah Pulau Rangit. Kemewahan pulau ini tidak hanya terletak pada pemandangan baharinya yang menawan, tapi juga ketika dipantau melalui Mercusuar Rangit. Menara setinggi enam lantai ini terletak di pesisir Pulau Rangit Kecil.

Menara Rangit dibangun sekitar empat tahun lalu oleh Pemkab Aceh Singkil. Mercusuar ini menjadi rekam jejak navigasi aktivitas jalur laut Singkil. Dengan kehadiran menara ini, nakhoda dari kapal-kapal yang sedang berlayar mengetahui di mana persisnya letak daratan di kawasan perairan Pulau Banyak.

Saat menapaki puncak mercusuar yang setiap tingkatnya terdiri atas 19 anak tangga itu, saya benar-benar terkesima melihat pemandangan lautan yang teramat indah sebagai pesona bahari Pulau Banyak.

Dari puncak mercusuar kita dapat melihat dengan jelas keberadaan Pulau Rangit Besar, Pulau Panjang, Pulau Malelo, Pulau Balai, Pulau Palambak, dan beberapa pulau kecil lainnya.

Pesona wisata Pulau Rangit tidak dapat diabaikan begitu saja. Sekeping surga kemewahan di Pulau Banyak itu telah diakui keindahannya oleh wisatawan Nusantara maupun mancanegara. Hal ini terbukti saat saya melihat langsung banyaknya turis asing yang ikut antre menunggu giliran untuk naik ke puncak Mercusuar Rangit demi mengikat sebentuk memori yang akan mempertegas bahwa samudra yang mengelilingi Pulau Banyak memang menakjubkan.

Namun, di balik fungsi dan kemegahan tampilan luarnya, agaknya potensi Mercusuar Rangit tetap harus dijaga bersama. Soalnya, beberapa sisi menara sudah mulai kotor dan lapuk, terkesan kurang terawat. Contohlah bagaimana masyarakat Aceh Besar menjaga Mercusuar William Toren di Pulo Aceh. Bersih dan awet.

Harus diakui bahwa keberadaan Mercusuar Rangit ini tidak dapat dipisahkan dari pesona keindahan Pulau Rangit itu sendiri serta tak dapat dipungkiri bahwa Mercusuar Rangit ini sama pentingnya dengan keberadaan mercusuar lainnya di Aceh.

Di samping itu, potensi wisata Pulau Rangit akan semakin lengkap jika Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh maupun dinas di tingkat kabupaten serius memfasilitasi aspek amenitas di Pulau Rangit sehingga makin membuat pengunjung senang dan nyaman. Misalnya, dengan membangun kamar mandi yang layak, tempat bersantai untuk makan dan minum, musala, penyediaan suvenir khas Pulau Rangit untuk oleh-oleh dan ragam fasilitas pendukung pariwisata lainnya yang memberikan rasa aman dan nyaman selama pelesiran ke sana.

Atraksi berbasis kearifan lokal dengan pelibatan penduduk sekitar Pulau Banyak sebagai agen pariwisata juga baik untuk segera digalakkan. Apalagi mengingat akses untuk berkeliling Pulau Banyak, terutama Pulau Rangit, sudah tersedia dengan sangat baik.

Agaknya, sebagai warga lokal, saya tetap merasakan sensasi luar biasa selama berada di Pulau Banyak. Konon lagi masyarakat yang berasal dari luar Aceh bahkan luar negeri. Oleh karenanya, potensi keindahan alam bahari Pulau Banyak patut tetap dijaga dan dilestarikan bersama. Sesederhana prinsip: jika tak mampu menjaga alam secara pasti, minimal tidak merusak dan mencemari. Alam Aceh cukup baik menjaga diri, selama manusia paham untuk tidak mengotorinya. Mari berwisata ke Pulau Banyak.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved