KUPI BEUNGOH

Muktamar X Momentum PPP Kembali Bangkit

Ketahuilah dan sadarlah, bahwa rakyat/umat akan tahu dan menilai kualitas muktamar, apakah muktamar X PPP m'aruf atau munkar

|
Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Ghazali Abbas Adan, PENULIS adalah Abang Jakarta 1979, Politisi PPP, dan mantan Anggota Parlemen, DPR/DPD/MPR-RI. 

Oleh: Ghazali Abbas Adan*)

Dari pemberitaan media massa 27-29 September 2025 PPP akan menggelar muktamar X di Jakarta. 

Dalam proses pelaksanaan dan keberlangsungannya muncul pertanyaan, apakah muktamar kali ini boleh dikatakan muktamar ma'ruf atau muktamar munkar.

Jawabannya adalah, apabila muktamar dilaksanakan dan berlangsung sesuai ideologi politik Islam PPP,  yakni dalam rangka mencari ridha Allah, sesuai dengan syariat-Nya, berdasarkan ilmu dan kecerdasan, serta selama proses dan berlangsungnya muktamar konsinten, istiqamah dengan syariat Allah, maka muktamar itu dapat dikatakan muktamar ma'ruf. 

Tapi, jika dalam praktiknya antitesis terhadap muktamar ma'ruf sebagaimana saya diskrepsikan, terjadi akal-akalan, tipu daya, rekayasa sesat, sogok menyogok, suap menyuap (rasywah) dengan dalih dan nomenklatur apapun, maka ia adalah muktamar munkar. 

Ketahuilah dan sadarlah, bahwa rakyat/umat akan tahu dan menilai kualitas muktamar, apakah muktamar X PPP  m'aruf atau munkar. 

Dengan demikian rakyat/umat akan menentukan masa depan PPP, apakah akan kembali bangkit atau tetap terpuruk dan berstatus sebagai partai gurem. 

Baca juga: PPP Ditinggal Umat Jika Khianati Ideologi Politik Islam

Namun jangan lupa, bahwa kualitas muktamar satu paket dengan kualitas sosok yang menjadi top leader hasil muktamar.

Karena ada juga suara yang mengatakan, bahwa kualitas leadership juga sangat menentukan ketika mengelola organisasi dan melakukan kerja-kerja politik PPP dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di negeri ini.

Sekaligus menjadi daya tarik rakyat/umat memberi dukungan demi eksistensi dan peran PPP ke depan, atau boleh jadi sebaliknya karena faktor leadership, rakyat/umat semakin jauh meninggalkan PPP.

Husnan, Mardiono, Agus

Lagi saya ingatkan Hadis Rasulullah Muhammad saw.  "Saya adalah orang pertama berbuat terhadap apapun yang saya perintahkan kepadamu".

Berdasarkan hadis ini, sesungguhnya pemimpin harus menjadi penggerak utama dan teladan dalam kepemimpinan dan aktualisasi  ideologi.

Bagi PPP dengan ideologi politik Islam rahmatan lil a'lamin yang melandasi kerja-kerja politik.

Top leader harus menjadi penggerak utama dan teladan, niscaya dalam segala ruang dan waktu kerja-kerja politik sesuai dengan ideologi.

Ini sebagai modal PPP kembali eksis dan berkiprah, bersanding dan bertanding dengan partai-partai lain dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di negeri ini.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved