Sabtu, 30 Mei 2026

Rumah Wartawan Terbakar

Kapolres Agara Akan Turunkan Tim Forensik untuk Usut Kasus Kebakaran Rumah Wartawan Serambi

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Rahmad Hardeni Yanto Eko Putra SIK, akan menurunkan tim forensik dari Medan untuk melakukan olah TKP.

Tayang:
Penulis: Rasidan | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS.COM
Rumah milik Asnawi Luwi, Wartawan Serambi Indonesia di Aceh Tenggara (Desa Lawe Loning, Kecamatan Lawe Sigala-gala), diduga dibakar OTK, Selasa (30/7/2019) sekitar pukul 01.30 WIB. 

Tim forensik dari Medan ini akan tiba dalam beberapa hari ke depan untuk melakukan olah TKP. Sedangkan tim dari Polda Aceh akan mendalami kasus kebakaran yang diduga dilakukan OTK itu.

Laporan Rasidan | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Kapolres Aceh Tenggara (Agara) AKBP Rahmad Hardeni Yanto Eko Putra SIK, akan menurunkan tim forensik dari Medan untuk melakukan olah TKP dan tim dari Polda Aceh ke Agara.

Tim forensik dari Medan ini diturunkan untuk mengusut tuntas kasus kebakaran rumah Asnawi Luwi, wartawan Serambi Indonesia di desa Lawe Loning, Lawe Sigala-gala Agara, yang terjadi Selasa (30/7/2019) dini hari.

Kapolres mengatakan tim forensik dari Medan ini akan tiba dalam beberapa hari ke depan untuk melakukan olah TKP.

Sedangkan tim dari Polda Aceh akan membantu mendalami kasus kebakaran ini yang diduga dilakukan oleh orang yang belum diketahui identitasnya.

"Tim penyidik dari kepolisian saat ini sudah memeriksa saksi untuk dimintai keterangan sebanyak 6 orang dari warga setempat, terkait kasus kebakaran itu," sebutnya.

AKBP Rahmadhar Deni mengaku, saat kejadian kebakaran itu, dirinya yang pertama kali dikabari Asnawi untuk minta bantuan mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi tersebut.

“Sehingga saya bersama anggota lainnya langsung turun ke lokasi langsung malam itu juga, dan sampai pukul 05.00 WIB pagi kami berada di lokasi kebakaran tersebut," ungkapnya.

Kapolres meminta dukungan dari masyarakat dan semua pihak, agar kasus kebakaran tersebut segera terungkap siapa pelakunya dan apa motifnya.

Baca: YLBHI-LBH Banda Aceh Minta Polisi Ungkap Pelaku Pembakaran Rumah Wartawan

Baca: Wakil Ketua DPRA Minta Polisi Usut Tuntas Insiden Kebakaran Rumah Wartawan Serambi

Baca: Walhi: Asnawi Kritis Memberitakan Isu Lingkungan sampai Proyek Jalan

Baca: Koalisi NGO HAM Tanggapi Kebakaran Rumah Wartawan: Ini Teror, Polisi Harus Gerak Cepat

Seperti diberitakan sebelumnya, rumah semi permanen milik Asnawi Luwi, Wartawan Serambi Indonesia di Aceh Tenggara, diduga dibakar OTK, Selasa (30/7/2019) sekitar pukul 01.30 WIB.

Akibatnya, mobil di garasi dan sebagian rumahnya hangus.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB, setelah mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Sejumlah masyarakat mengatakan, api dengan cepat menjalar pada garasi mobil yang terbuat dari triplek dan kayu.

Api membara sekaligus ke sekeliling garasi mobil sehingga dengan cepat membakar seluruh bangunan.

Warga mencoba memadamkan api dengan menyiramkan air. Namun, api yang berkobar sulit dipadamkan, sehingga mobil di garasi hangus total.

Api baru padam setelah dua mobil Damkar tiba ke lokasi.

Istri korban, Lisnawati, mengatakan saat kebakaran terjadi ia sangat panik sambil membawa satu anak yang paling kecil berusia 3 tahun.

Sedangkan, suaminya, Asnawi Luwi berlari membawa kedua anak laki-laki yang tertidur pulas.

Mereka keluar melalui pintu belakang rumah, karena asap dan api telah menjalar di bagian depan rumahnya hingga ke ruang tamu.

Mereka menduga, ada unsur kriminalitas terhadap pembakaran rumah mereka oleh OTK, karena suaminya yang sebagai wartawan Serambi Indonesia di Agara, dalam beberapa bulan terakhir kerap memberitakan persoalan dugaan korupsi, judi jackpot, dan illegal logging yang terjadi di daerah itu.

Bahkan sebelumnya, ketika suaminya ke Banda Aceh, ada orang tidak dikenal datang mencari-cari suaminya.

Gerak-geriknya mencurigakan, karena berkeliling memperhatikan rumahnya.

"Kami minta Kapolda Aceh dapat mengungkap kasus pembakaran rumah ini, karena kuat dugaan ada kaitan untuk membungkam wartawan yang menulis kebenaran," ujarnya.

Baca: Rumah Wartawan Serambi Dibakar OTK, Warga Lihat Seorang Berkacamata Hitam Berjalan ke Rumah Korban

Baca: 24 Hektare Lahan Jadi Lokasi Pembangunan PLTMH Lawe Sikap, Ini Permintaan Walhi Aceh

Baca: Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Ton Lebih Kayu Ilegal di Lokasi Proyek PLTMH Lawe Sikap

Baca: Berpakaian Adat Alas, Ketua LSM GPLAK Laporkan Kasus Dugaan Korupsi di Agara ke Kejagung

Sambil menahan sedih, Lisnawati bercerita, dua hari lalu, ketika suaminya mengikuti rapat kerja di Mabes Serambi Indonesia di Banda Aceh, datang seseorang berpostur tinggi besar ke rumah.

Orang itu mengendarai sepeda motor.

Setelah terlihat berkeliling seperti mengamati rumah, seorang anaknya ke luar dan orang itu menanyakan ayahnya.

Lisnawati pun mengintip dari jendela untuk melihat siapa orang itu dan kemudian bertanya, “bapak cari siapa?" kata Lisnawati.

"Orang itu bertanya, ada Pak Asnawi? Saya bilang Pak Asnawi sedang di Banda Aceh untuk mengikuti rapat," jawabnya.

"Apa ada yang mau bapak titip pesan, biar saya sampaikan. Atau kalau penting sekali hubungi saja nomor hp beliau. Apa Bapak ada nomor hp-nya?" timpal Lisnawati sambil memberikan nomor hp Asnawi.

Karena menurut orang tersebut, dia tidak punya nomor Asnawi.

Setelah dialog singkat itu, laki-laki yang berbicara dengan tutur bahasa Indonesia berlogat Alas tersebut langsung pamit.

Lisnawati mengaku tidak pernah melihat orang itu di sekitar Kecamatan Lawe Sigala-gala. Padahal, sebagai bidan desa, dia sering keluar masuk kampung melayani warga.

"Saya yakin orang itu bukan orang sini," ujar Lisnawati.

Saat ditanya, apa kira-kira permasalahan yang dihadapi suaminya hingga memunculkan kemarahan pihak-pihak tertentu, menurut Lisnawati dia tidak tahu karena suaminya hampir tak pernah cerita kalau menyangkut tugas dan berita yang ditulisnya.

Tetapi yang sering dia sampaikan adalah dia merasa kurang nyaman bertugas di Aceh Tenggara.

Saat ini, kata Lisnawati, mereka sekeluarga mengungsi ke rumah kakak Asnawi yang tak jauh dari rumah mereka yang terbakar.

Semoga polisi secepatnya bisa mengungkap kasus ini.

"Saya yakin sekali rumah kami bukan terbakar, tetapi sengaja dibakar oleh oknum tertentu," demikian ungkap Lisnawati.(*)

Baca: Ular Maut Tewaskan Anggota Brimob di Papua, Penawar Racunnya Seharga Mobil, Ini Penjelasan Ahli

Baca: Catat! Even Wisata Aceh Sepanjang Agustus 2019, Mulai Pacuan Kuda Hingga Arung Jeram

Baca: Heboh! Gerombolan Anjing Hutan Muncul di Lhoong Aceh Besar, Mangsa Ayam Milik Warga

Baca: Satu Remaja Pria dan Dua Wanita Muda akan Dicambuk Masing-masing 100 Kali, Ini Lokasi Eksekusinya

Baca: MPU Aceh Haramkan Games PUBG, Begini Respon Menkominfo Rudiantara Saat Berada di Banda Aceh

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved