Info Singkil

Aceh Singkil Keluar dari Status Daerah Tertinggal, Ini Tanggapan Tokoh Muda Kota Baharu

Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil berhasil membawa daerah itu ke luar dari status daerah tertinggal yang disandangnya sejak 2015 lalu.

Aceh Singkil Keluar dari Status Daerah Tertinggal, Ini Tanggapan Tokoh Muda Kota Baharu
For Serambinews.com
Wanhar Lingga, Ketua Yayasan Pelestarian Kebudayaan Suku Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Wanhar Lingga, tokoh pemuda Kecamatan Kota Baharu, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil membawa daerah itu ke luar dari status daerah tertinggal yang disandangnya sejak 2015 lalu.

Menurut Wanhar, capaian ini jangan sampai membuat lupa diri, karena sejatinya lepas dari daerah tertinggal bukan hanya di atas kertas.

Paling penting adalah implementasinya dalam kehidupan bermasyarakat. 

"Jangan jumawa, karena yang penting bukan di atas kertas, tapi dalam kehidupan masyarakat," kata Ketua Yayasan Pelestarian Kebudayaan Suku Singkil tersebut, Kamis (1/8/2019).

Ke depan, Pemkab Aceh Singkil harus lebih serius dalam membangun Kabupaten Aceh Singkil dengan menggerakkan semua potensi yang ada.

"Semoga status baru ini menjadi langkah awal untuk kemajuan Aceh Singkil. Sebab masih banyak yang perlu dibenahi baik dari infrastruktur, pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lain-lain," ujarnya.

Baca: Taqwallah Sekda Aceh, Sore Ini Dilantik Plt Gubernur

Baca: VIDEO - Razia Pegawai, Ada PNS Langsung Kabur Saat Lihat Satpol PP

Baca: Jika Bersalah Parpol Pendukung tak Bela Erli, Soal Video Viral Bupati Simeulue

Baca: VIDEO - Boat Tenggelam, Sembilan Nelayan Selamat di Aceh Barat

Berdasarkan Keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 79 Tahun 2019 Tentang Penetapan Kabupaten Daerah Tertinggal yang Terentaskan Tahun 2015-2019, Aceh Singkil masuk dalam 62 kabupaten tertinggal di seluruh Indonesia yang terentaskan. 

Keputusan itu berlaku sejak 31 Juli 2019.

Dengan demikian, mulai Agustus 2019, Aceh Singkil, tidak lagi menyandang status kabupaten tertinggal.

Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, mengatakan daerahnya keluar dari status tertinggal, merupakan hasil kerja keras semua pihak.

"Tapi jangan senang dan lalai, justru menjadi pelecut semangat bekerja membangun daerah," kata Dulmusrid.

Pada bagian lain, Bupati meminta Pemerintah Pusat serta Pemerintah Aceh terus menggelontorkan anggaran dalam memacu pembangunan di daerahnya. Mengingat masih banyak yang harus dibenahi. 

Sebutnya, dalam tiga tahun setelah keluar dari status daerah tertinggal, daerah ini tetap dalam pengawasan Pemerintah Pusat.

"Dalam tiga tahun ini, kami berharap pusat mendukung penuh penuntasan semua program yang kami susun," ujar Dulmusrid.

Sebelumnya, Aceh Singkil ditetapkan menjadi daerah tertinggal melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 131 Tahun 2015 Tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019, yang ditandatangani oleh Presiden RI Joko Widodo pada 4 November 2015.(*)

Baca: Polisi Amankan Macis dan Arang, Kasus Dugaan Pembakaran Rumah Wartawan Serambi

Baca: Sosok Sutami, Menteri Termiskin di Indonesia yang Dihormati Soeharto, Karyanya Bikin Bangga

Baca: Menelusuri Jejak PMTOH, “Pak Minta Tolong Ongkos Habis”

Baca: Pemondokan Jamaah Aceh 3,5 Km dari Masjidil Haram

Penulis: Dede Rosadi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved