Jumat, 8 Mei 2026

Gempa Banten

Gempa 7,4 SR Guncang Banten: Perilaku Aneh Hewan Ini Rupanya Jadi Pertanda

Orang-orang cenderung melihat perilaku aneh pada hewan setelah gempa terjadi. Memori selektif juga tampaknya bermain ketika laporan tsunami diperiksa

Tayang:
Editor: Amirullah
Discover Magazine Blogs
Gempa 7,4 Magnitudo Guncang Banten: Prilaku Hewan Berikut ini Jadi Pertanda Akan Adanya Gempa 

Gempa 7,4 SR Guncang Banten: Perilaku Aneh Hewan Ini Rupanya Jadi Pertanda

SERAMBINEWS.COM – Indonesia kembali dilanda musibah gempa. Yang terbaru adalah gempa yang terjadi di Banten Jumat (2/8/2019) sekitar pukul 19:00 WIB, berkekuatan 7,4 skala richter di Barat Daya Banten yang berpotensi tsunami.

BMKG menyebutkan kedalaman gempa yang terjadi di 7.54 LS,104.58 BT tersebut mencapai 10 km.

Getaran yang ditimbulkan oleh gempa ini sendiri dirasakan oleh warga Jakarta dan Bandung.

Rasa panik tersebut dipastikan muncul, karena gempa tersebut datang secara tiba-tiba tanpa bisa diprediksi.

Tapi, konon hal serupa tidak terjadi pada hewan. Sebab beberapa hewan dianggap mampu memprediksi datangnya gempa.

Benarkah hewan bisa memprediksi kedatangan gempa?

Banyak cerita yang tersebar hampir di seluruh budaya bahwa beberapa jam sebelum gempa, semua binatang bertingkah laku gelisah.

Anjing melolong tanpa alasan, kuda melompat-lompat tinggi, ikan berenang berputar-putar.

Baca: 4 Fakta Kasus Siswi SMP Melahirkan Bayi di Luar Nikah, Keluarga Pria Tak Mengakui dan Minta Tes DNA

Baca: VIRAL - Pesan Berantai Sebut Patahan Sunda Capai Titik Kritis dan Potensi Gempa 9 SR, Ini Faktanya

Baca: Sempat Tak Beri Restu, Ayah Cut Meyriska Ungkap Alasan Bolehkan Sang Putri Dinikahi Roger Danuarta

Cerita hewan berperilaku tak menentu sebelum gempa bumi telah beredar selama ribuan tahun.

Salah satu contoh penting adalah evakuasi di Haicheng, China, pada 1975.

Saat itu, evakuasi murni didasarkan pada laporan adanya perilaku aneh para hewan.

Suatu tindakan yang diyakini telah menyelamatkan ribuan nyawa dari gempa berkekuatan 7,3 SR yang datang tidak lama kemudian.

Saat gempa yang terjadi Samudra Hindia, yang selanjutnya menimbulkan tsunami di Aceh dan beberapa negara Asia lainnya, banyak laporan yang menyatakan banyak hewan melarikan diri ke pedalaman beberapa saat sebelum gelombang tsunami menyapu daratan.

Laporan-laporan yang meluas tersebut memicu para peneliti dari University of California untuk mempelajari kemungkinan hewan sebagai prediktor gempa.

Lewat ratusan wawancara dengan pemilih hewan, ditemukan bahwa sebagian besar pemilik memang menemukan perilaku aneh sebelum getaran terjadi.

Tapi sebagian besar memberikan laporan positif bahwa perilaku-perilaku aneh tersebut tercatat saat gempa terjadi.

Baca: Pria Ini Datangi Rumah Pengantin Wanita dengan Menunggang Kuda Dikawal Laskar Bersenjata

Baca: Mahasiswa Minta Wali Nanggroe Bersikap, Terkait Pembatalan Qanun Bendera Aceh

Bahkan, ketika contoh-contoh perilaku yang terekam sebelum gempa dimasukkan, secara statistik perilaku aneh tersebut tidak terkait dengan gempa bumi.

Orang-orang cenderung melihat perilaku aneh pada hewan setelah gempa terjadi.

Memori selektif juga tampaknya bermain ketika laporan tsunami diperiksa.

Kendati masyarakat melaporkan adanya perilaku aneh sebelum tsunami, peneliti menemukan bahwa gajah-gajah di Sri Lanka tidak menunjukkan perilaku seperti itu, kadang-kadang bahkan bergerak lebih dekat ke pantai.

Mereka hanya bergerak menuju ke pedalaman sesaat setelah gelombang menghantam daratan, menunjukkan bahwa gajah bereaksi terhadap dampak bukan sebagai gerakan antisipasi.

Sangat mungkin bahwa hewan melarikan diri diamati setelah tsunami menghantam, dan kemudian ditempatkan sebelumnya oleh memori selektif.

Selain itu, peneliti tidak menemukan mekanisme yang masuk akal dimana hewan mungkin mendeteksi gempa bumi.

Gelombang gempa bergerak lebih cepat daripada suara, jadi tidak ada cara nyata hewan bisa mendengar mereka.

Baca: Bagaimana Hukum Percaya Ramalan Zodiak dan Shio? Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat dan Ustadz Somad

Baca: Fakta Terbaru Kasus Meninggalnya Anggota Paskibraka, Ini Penjelasan PPI hingga Sosok Almarhumah

Mungkin hewan mendeteksi getaran lemah, tetapi ini pasti sudah terdeteksi oleh seismograf.

Pergeseran medan magnet juga kadang-kadang terdeteksi memiliki hubungan dengan gempa bumi namun tidak ada bukti bahwa hewan bereaksi terhadap ini.

Namun, ide terus berlanjut. Setidaknya satu kota di China memasang pengawasan 24 jam di sebuah peternakan ular untuk mendeteksi perilaku aneh.

Pemerintah Jepang terus melakukan percobaan dengan ikan lele.

Anekdot dari prediksi lewat perilaku aneh hewan jelas telah menangkap imajinasi rakyat, bahkan jika penelitian tidak cukup menguatkan klaim tersebut. (Ade S)

Artikel ini telah tayang di initisari.grid dengan judul Gempa 7,4 Terjang Barat Daya Banten : Rupanya Gempa Bisa Diprediksi Melalui Perilaku Hewan Seperti Berikut Ini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved