Ridwan Nyak Baik, Pengamat Migas, BPMA belum Optimal Bangun Migas Aceh

Kehadiran Badan Pengelola Minyak dan Gas Aceh (BPMA) yang diharapkan memacu dan mendorong lapangan eksplorasi dan produksi migas (minyak dan gas) Aceh

Ridwan Nyak Baik, Pengamat Migas, BPMA belum Optimal Bangun Migas Aceh
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Pengamat Migas, Ridwan Nyak Baik

Ridwan Nyak Baik, Pengamat Migas, BPMA belum Optimal Bangun Migas Aceh

Laporan Fikar W Eda| Jakarta

SERAMBIBEWS.COM, JAKARTA - Kehadiran Badan Pengelola Minyak dan Gas Aceh (BPMA) yang diharapkan memacu dan mendorong lapangan eksplorasi dan produksi migas (minyak dan gas) Aceh, ternyata masih terkendala dan belum optimal.

Hal ini disebabkan BPMA sendiri belum memiliki infrastruktur organisasi yang lengkap, dan Kepala BPMA masih berstatus pelaksana tugas atau Plt.

Demikian disampaikan pengamat migas, Ridwan Nyak Baik seusai menghadiri "duek pakat dan curah pikei" profesional dan intelektual Aceh di Mes Aceh Jakarta, Selasa (6/8/2019).

 Tu Sop Serahkan Rumah BMU Untuk Janda Miskin di Aceh Barat

Tiap Tahun Kemenag RI Siapkan Beasiswa S2 dan S3, Ini Jumlahnya

Bupati Aceh Barat Tetapkan Status Siaga Darurat Asap Dampak Karhutla, Minta Helikopter ke BNPB

"Infrastruktur kelembagaan belum lengkap, tupoksi juga belum jelas. Selain itu pelaku migas Aceh harusnya berkantor di Aceh," ujar Ridwan Nyak Baik yang pernah lama bekerja di Pertamina.

Ridwan yang juga terlibat langsung dalam proses pembentukan BPMA, mengatakan, sektor energi migas harus dieksploitasi seoptimal mungkin untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Karena sektor migas sekarang ini sudah langsung menghasilkan uang. Kalau tak terlibat, siapa yang hitung produksi migas Aceh. Makanya penting keberadaan BPMA. Tapi masalahnya BPMA masih invalid, organisasinya belum lengkap," ujar Ridwan Nyak Baik.

Pada bagian lain pernyataannya, Ridwan Nyak Baik juga meminta perhatian Pemerintah Aceh untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam bidang migas dan pertambangan.

"Kehadiran pemerintah dalam bentuk regulasi, umpamanya memberi pendidikan terlebih dahulu kepada generasi muda Aceh dalam bidang migas, menyusul akan dilakukannya eksploitasi migas," ujar Ridwan Nyak Baik.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved