Tiap Tahun Kemenag RI Siapkan Beasiswa S2 dan S3, Ini Jumlahnya

Kepala Subdit Pendidikan Diniyah dan Mahad Aly pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI Dr H Ainurrafiq, Selasa

Tiap Tahun Kemenag RI Siapkan Beasiswa S2 dan S3, Ini Jumlahnya
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
Kepala Subdit Pendidikan Diniyah dan Mahad Aly pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Dr H Ainurrafiq, Selasa (6/8/2019) setelah shalat ashar mengisi kuliah umum di Babussalam Al-Hanafiyyah, Matangkuli, Aceh Utara. 

Tiap Tahun Kemenag RI Siapkan Beasiswa S2 dan S3, Ini Jumlahnya

Laporan Jafaruddin I Lhoksukon

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Kepala Subdit Pendidikan Diniyah dan Mahad Aly pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI Dr H Ainurrafiq, Selasa (6/8/2019) setela shalat ashar mengisi kuliah umum di Babussalam Al-Hanafiyyah, Matangkuli, Aceh Utara.

Materi yang disampaikan berkatan dengan Revitalisasi Ma’had Aly dalam menjawab Tantangan Global Dunia Islam. Kegiatan itu dirangkai dengan peresmian Ma’had Aly (Perguruan Tinggi keagamaan berbasis pesantren) oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh.

Dalam paparan, Kasubdit berharap kedepan di dayah Babussalam ini harus ada Pendidikan Diniyah Ula, karena sekarang sudah ada Pendidikan Tingkat Wustha (pertengahan) dan Auliya dan ditambah dengan Ma’had Aly “Kita sangat menharapkan suatu saat di sini lengkap pendidikannya, tingkat ula pun harus ada.” ujarnya

Bupati Aceh Barat Tetapkan Status Siaga Darurat Asap Dampak Karhutla, Minta Helikopter ke BNPB

Polres Bireuen Kejar Pelaku Pencurian Ban dan Pelak Mobil

Terkait Penyidikan Kasus Pembakaran Rumah Wartawan, Polisi Aceh Tenggara Masih Periksa Asnawi

Perwakilan Aceh ‘Natural Food’ Juara Lomba Festival Ekonomi Syariah

Pada kesempatan itu Ainurrafiq,  memberikan penjelasan mengenai proses pembelajaran di tingkat pendidikan ula, wustha, ulya dan Ma’had Aly.

“Pendidikan Ulya itu diperioritaskan untuk membaca Alquran atau kitap yang ada baris bukan kitap gundul. Namun untuk wustha itu diajarkan bahasa inggris dan bahasa Arab serta ilmu Nawu, saraf dan lainnya,” ujar Kasubdit Pendidikan Diniyah dan Mahad Aly.

Untuk tingkat Ulya itu harus mampu menerjemahkan kitab-kitab dengan bahasa apapun. “Kalau ada santri dia masuk ulya namun harus diajarkan membaca itu suruh duduk di tingkat Ula saja,” sambungnya. Nah untuk mahasantri itu harus bisa meneliti, dan membuat karangan –karangan sendiri.

Kasubdit Pendidikan Diniyah dan Mahad Aly berharap kepada mahasantri untuk harus bisa menjadi orang yang berkualitas setelah lulus dari Ma’had Aly ini, dan harus menjadi orang yang dipakai dalam masyarakat. “Kepada mahasatri semua, kalian setelah lulus harus jadi Gubernur, jadi Legislatif atau dosen, paling tidak jadi Dosen Ma’had Aly ini,” sarannya.

Lagi, JCH Asal Aceh Meninggal Dunia di Mekkah

Tagih Janji Bupati, Gerakan Masyarakat Sengsara Hidup Unjuk Rasa di Kantor DPRK

Yuliana Rusli, Perempuan Single Parent Sukses Bangun Kerajaan Bisnis Seorang Diri

Kasi Ketenagaan Subdit Diniyah kemenag RI Agus Umar dalam kuliah umum tersebut menyampaikan, setiap tahun kasubdit menyediakan beasiswa untuk melanjutkan kuliah S1, 22 dan S3. “Untuk tahun ini Kasubdit juga memberikan beasiswa kepada dosen Ma’had Aly untuk melanjutkan S2 sebesar Rp 25 juta,” ujar Agus.

Lalu untuk S3 sebesar Rp 35 juta dalam setahun. Untuk mahasantri pun ada beasiswa, cuma setiap Ma’had hanya 10 santri yang bisa mendapatkannya sebesar Rp 5 juta setahun, tapi arus mahasantri yang berprestasi. “Saya dulu waktu kuliah juga dengan beasiswa, saya bukan orang mampu. Namun saya mempunyai tekad untuk kuliah dengan cara mencari tempat-tempat yang bisa memberikan saya beasiswa,” pungkas Agus.(*)
 
 
 

 

Penulis: Jafaruddin
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved