Berita Aceh Timur
Ayah Siswi Sakit Perut karena tak Ada Beras Menangis Saat Terima Bantuan
"Padahal semiskin apapun kami, saya tetap berusaha keras untuk menghidupi anak-anak," kata ayah Putri.
Penulis: Zubir | Editor: Mursal Ismail
Namun Rabu kemarin, karena menunggu kiriman gaji dari Banda Aceh, sehingga ia belum meminta bantuan ke kepala dusun.
Pj Keuchik Gampong Tualang, Hasanuddin, mengatakan keluarga Suparno memang keluarga kurang mampu. Namun dia mendapat bantuan raskin, PKH, dari pemerintah.
"Dan tahun 2019 ini kami juga alokasikan dana dari dana desa untuk rehab rumah Suparno," ungkap Hasanuddin.
Hal serupa juga disampaikan Camat Peureulak Nasri.
"Keluarga Suparno mendapatkan semua program untuk keluarga miskin dari pemerintah," ungkap Nasri.
Amatan Serambinews.com, pasangan Mariani dan Suparno, bersama enam anaknya tinggal di rumah berkontruksi kayu, dan beratapkan rumbia.
Dinding rumahnya dibalut triplek yang sudah lapuk. Anak tertuanya sudah menikah dan mendirikan rumah berdekatan dengan rumah orangtuanya.
Sebelumnya viral di medsos, bahwa Putri Dewi Nilaratih (14), siswi SLTP 4 Peureulak, Aceh Timur, terpaksa dibawa pulang ke rumahnya saat jam belajar akibat ia mengeluh sakit perut akibat tak sarapan pagi.
Saat ditanya gurunya kenapa wajahnya lesu dan pucat.
Sambil meneteskan air mata Putri mengeluh sakit perut karena tidak sarapan saat hendak ke sekolah.
Saat gurunya, Nurul Fadilah (27), menyarankan agar sarapan lebih dulu sebelum ke sekolah, dengan nada sedih ia mengatakan bahwa di rumahnya tidak ada beras, sehingga tidak makan.
Putri adalah anak keempat dari enam bersaudara, pasangan Suparno dan Mariani, tinggal di Gampong Tualang, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur. Ayahnya tak memiliki pekerjaan tetap. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bantuan-untuk-siswa-tak-ada-beras.jpg)