Breaking News:

Idul Adha 1440 H

Jangan Cemooh Kekhususan Aceh  

PIMPINAN Pondok Pesantren Babul Maghfirah Cot Keueng, Aceh Besar, Ustaz Masrul Aidi LC, dalam khutbah Hari Raya Idul Adha di Masjid Raya Baiturrahman

Editor: hasyim

PIMPINAN Pondok Pesantren Babul Maghfirah Cot Keueng, Aceh Besar, Ustaz Masrul Aidi LC, dalam khutbah Hari Raya Idul Adha di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, Minggu (11/8), memuji Bupati Aceh Besar yang meminta maskapai memberhentikan penerbangan setengah hari pada Hari Raya Idul Adha dan Lebaran Idul Fitri.

Menurutnya, yang dilakukan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, merupakan salah satu sikap pemimpin yang patut dicontoh karena menjalankan norma-norma dalam pelaksanaan syariat Islam.

Dia menyayangkan sikap sebagian masyarakat yang justru mencemooh permintaan bupati tersebut, padahal itu adalah keistimewaan yang dimiliki Aceh.

"Jangan membayangkan berhenti beroperasi penerbangan sementara di Aceh akan mengganggu rute internasional? Tidak. Bayangkan betapa indahnya ketika seluruh pegawai bandara salat id berjamaah di bandara, suatu yang belum pernah mereka lakukan dalam beberapa tahun ini. Harusnya kita mendukung, bukan mencemooh," kata Masrul Aidi.

Baca: Lebaran Pertama dan Kedua, Bandara Malikussaleh Aceh Utara Hentikan Penerbangan

Baca: Larang Terbang Pesawat Hari Raya, Bupati: Ada Petugas 8 Tahun Puasa tak Bisa Shalat Ied Urus Bandara

Baca: Ini Fakta di Balik Instruksi Bupati Aceh Besar Soal Larangan Pesawat Beroperasi Saat Lebaran

Dia menjelaskan, ketika Aceh sudah bersatu dalam bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Aceh juga diberi hak istimewa untuk menjalankan syariat Islam secara kaffah.

Tetapi sayangnya, justru orang Aceh yang tidak siap menjalankannya.

“Ketika ada keinginan baik dari pemimpin untuk melaksanakan syariat Islam, justru yang paling latah dan nyinyir, kita yang dari Acehnya," pungkasnya.

“Padahal orang di luar Aceh sudah siap beradaptasi dengan norma yang dijalankan di Aceh, tapi orang Aceh tidak siap berkompromi,” tambah putra dari Abu Madinah ini.

Masrul Aidi juga memberikan apresiasi kepada Plt Gubernur Aceh yang telah mengeluarkan Keputusan Gubernur terkait jatah dua hari cuti libur bagi PNS di Aceh, disaat daerah lain tidak menerapkan aturan tersebut.

"Harapan kita bersama agar di tahun depan diliburkan sampai hari tasyrik (4 hari). Umat Islam di Aceh sangat mengapresiasi itu. Tidak ada satu komponen masyarakat yang menggugat ketika ditambah libur Idul Adha. Semoga ke depan jadi qanun bukan lagi kepgub," harapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved