Peroleh Remisi 17 Agustus, Dua Napi Rutan Takengon Bebas

Dua narapidana Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B, Takengon, dinyatakan bebas setelah mendapat remisi pada peringatan HUT kemerdekaan ke-74..

Peroleh Remisi 17 Agustus, Dua Napi Rutan Takengon Bebas
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar menyerahkan remisi kepada warga binaan Rutan Kelas II B Takengon, Sabtu (17/8/2019). Dua orang Narapidana bebas murni setelah menerima remisi pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74. 

Peroleh Remisi 17 Agustus Dua Napi Rutan Takengon Bebas

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Dua narapidana Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B, Takengon, dinyatakan bebas setelah mendapat remisi pada peringatan HUT kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia. Remisi tersebut, diberikan secara simbolis oleh Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, Sabtu (17/8/2019) usai pelaksanaan upacara hari kemerdekaan.

Dua napi bebas murni setelah mendapat remisi, diantaranya Ahmad Daud (28), serta Tumirin (45). Ahmad Daud sebelumnya tersangkut kasus pelecehan seksual dan narkoba. Sedangkan Tumirin, terjerat kasus pencurian dan narkoba.

“Pemberian remisi bagi para napi di rutan ini, seluruhnya berjumlah 227 orang. Dua diantaranya, bebas murni,” kata Kepala Rutan, Sugianto, usai penyerahan remisi, Sabtu (17/8/2019).

Meski dua napi dinyatakan bebas, namun dirasa belum memberikan dampak besar terhadap rutan tersebut.

Pasalnya, Rutan yang semestinya hanya berkapasitas 113 orang, namun telah dihuni sebanyak 401 warga binaan.

“Selain itu, jumlah petugas tidak sebanding. Hanya 46 personel yang bertugas menjaga para napi dan tahanan,” keluh Sugianto.

177 Penghuni Rutan Jantho Peroleh Remisi 17 Agustus

Bupati Aceh Barat: Status Siaga Darurat Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan belum Dicabut

Dosen Universitas Samudera Latih Warga Kelola Ikan dan Kelapa

Disebutkan Sugianto, walau kondisi rutan mengalami over kapasitas, namun pihaknya tetap menjalankan amanah dengan rasa penuh tanggung jawab. Terutama, mengubah sikap dan prilaku para penghuni rutan.

“Selain itu, para penghuni rutan dibekali dengan beragam ilmu kerajinan, sehingga ketika bebas, bisa mandiri dan tidak kembali terjerumus kepada perbuatan negatif,” sebutnya.

Disisi lain, lanjutnya, Rutan Kelas IIB Takengon, terkendala dengan ketersediaan air bersih, sehingga membutuhkan pembuatan sumur bor agar bisa memenuhi kebutuhan para penghuni rutan.

“Disini masih kekurangan air bersih. Kebutuhan mendesak, diutamakan untuk keperluan ibadah seperti untuk berwudhu,” pungkasnya.

Sementara itu, pada saat upacara pembagian remisi kepada para penghuni Rutan Kelas IIB Takengon, sebagian besar para napi secara tertib berbaris mengikuti setiap tahapan acara yang dilakukan di halaman Komplek Rutan Takengon. (*)    

Rumah Mariamah di Ajun Aceh Besar Musnah Terbakar, Melihat Api di Dapurnya Seusai Memasak

Tiga Bayi Lahir 17 Agustus di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh

Upacara HUT ke-74 RI di Kecamatan Simpang Tiga Aceh Besar Berlangsung khidmat

Penulis: Mahyadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved