Berita Aceh Singkil
Menguji Nyali, Melihat Lebih Dekat Buaya Rawa Singkil
"Orang menghindar dari buaya, ini malah sengaja mencari," katanya menggeleng kepala
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
Sasaran pertama alur sungai kecil berjarak 500 meter dari pemukiman penduduk Puo Sarok.
Buaya berukuran mini hingga dewasa langsung terlihat, sayang dalam hitungan detik menghilang.
Perjalanan dilanjutkan ke sungai lebih besar di belakang Desa Pasar.
Saat speed melaju pelan pandangan terpana pada seekor buaya sepanjang dua meter berdiam diri di bibir sungai.
Mesin speed boat segera dimatikan. Bermodal pendayung mencoba mendekat.
Frekuensi denyut jantung bertambah ketika jarak dengan hewan berdarah dingin itu kurang tiga meter.
Tetap ekstra hati-hati keberadaan buaya segera diabadikan.
Baca: Melihat Romantisme Atmah dan Dulmusrid, Menyusuri Sungai Sarang Buaya, Bikin Sambel Kesukaan Suami
Setidaknya ada dua ekor buaya dewasa berhasil diabadikan kamera telpon pintar dari jarak dekat.
Belasan lainnya secepat kilat menghindar dari pandangan mata.
Temaram malam mengganti senja, tanda segara harus ke luar dari sarang buaya.
Dalam kondisi gelap itulah uji nyali sesungguhnya.
Belasan pasang mata merah terlihat, ketika sinar senter mengarah hamparan air sedalam lutut dewasa. Itulah kawanan buaya.
"Jika pasangan mata lebar berarti buayanya besar," kata Vetor memberi tahu.
Baca: 8 Fakta Warga Aceh Timur Tewas Diterkam Buaya, Korban Diseret dan Jasadnya Ditemukan di Mulut Buaya
Hamparan rawa di dekat muara sungai Singkil, dikenal sebagai sarang buaya.
Hewan bergigi mirip gergaji itu begitu mudah terlihat, mulai dari ukuran mini hingga raksasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/buaya-di-pinggir-sungai-dekat-muara-singkil-aceh-singkil.jpg)