Aceh Tertinggi Kasus Kekerasan Terhadap Anak, Ini Cara Mengatasinya

Provinsi Aceh daerah sangat memperihatinkan dalam hal kekerasan terhadap anak. Pada 2018 terdapat 452 kasus dan mejadi daerah ketiga tertinggi di....

Aceh Tertinggi Kasus Kekerasan Terhadap Anak, Ini Cara Mengatasinya
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Wakil Ketua TP PKK Aceh, Dyah Erti Idawati saat memberikan materinya pada kegiatan Stategic Moment of Reflection yang diselenggarakan oleh UNICEF Indonesia di Jakarta, Kamis (22/8/2019). 

Aceh Tertinggi Kekerasan Terhadap Anak, Ini Cara Mengatasinya

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Provinsi Aceh daerah sangat memperihatinkan dalam hal kekerasan terhadap anak. Pada 2018 terdapat 452 kasus dan mejadi daerah ketiga tertinggi di Sumatera. Sementara pada 2019, sampai bulan April, kasus kekerasan terhadap anak sudah mencapai 141 kasus.

Wakil Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Aceh, Dr Ir Dyah Erti Idawati MT membeberkan angka-angka itu saat menghadiri kegiatan Stategic Moment of Reflection yang diselenggarakan oleh UNICEF Indonesia di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Disebutkan, kekerasan seksual (pelecehan, pemerkosaan, sodomi, dll) sebanyak 274 kasus, tertinggi ketiga di tahun 2018 dan tertinggi kedua di tahun 2019 (82 kasus).

"Dan tentu ini adalah pekerjaan rumah kita semua untuk bersama-sama mencari solusi praktis dan berkesinambungan," ujar Dyah.

Disampaikan juga Aceh menempati posisi ketiga stunting pada balita, dan posisi paling tinggi stunting pada baduta.

"Pergub Nomor 14/2019 terkait Rumah Gizi Gampong diharapkan mampu melakukan pencegahan dan penanggulangan Stunting terintegrasi di Aceh," ujarnya.

PKK didukung Pemerintah Aceh akan terus melakukan penanganan-penangan terkait isu di atas, dan diharapkan tiga isu tersebut tidak ada lagi di Aceh, seusai dengan 15 program unggulan Aceh Hebat.

Anggota DPRK Abdya Ajukan Penangguhan Penahanan 3 Warga Adan, Para Ibu Bertahan di Luar Mapolres

Haji Uma Jenguk Hafiz Asal Aceh Timur yang Tak Sadarkan Diri di RS Kramat Jati Jakarta

Sebelum Berubah Jadi Papua, Irian Ternyata Akronim dari Kalimat Ini! Ini Pencetusnya

Untuk mengatasi isu tersebut, tambah Dyah, maka perlu ada solusi jitu yang harus dilakukan antara lain, pertama meningkatkan cakupan imunisasi dasar dan lanjutan yang melibatkan sektor terkait termasuk tokoh agama.

"Kedua, pembentukan Rumah Gizi Gampong, dengan tujuan memprioritaskan pemberian makanan bergizi kepada balita. Dan ketiga adalah meningkatkan program Desa Ramah Anak terkait perlindungan anak," ujarnya.

Isu lainnya yang juga menjadi fokus dari Pemerintah adalah sanitasi yang buruk di Aceh, rendahnya akses sumber air bersih dan kurangnya kesadaran masyarakat membuang air besar di sembarang tempat.(*)

BREAKING NEWS - Boat Nelayan Karam Dihantam Ombak, Satu Orang belum Ditemukan

Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibunda Fera: Dia Bukan Nangis Menyesal

 

 

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved